Tanda-Tanda Gagal Jantung Kongestif

SehatFresh.com – Gagal jantung Kongsetif adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Gagal jantung kongestif ditandai dengan komplikasi yang melibatkan bilik jantung kanan kiri dan bawah bawah. Seringkali, itu adalah tanda penyakit jantung yang parah dan dianggap sebagai penyakit terminal. Pasien dalam stadium lanjut, hanya memiliki kesempatan 40 sampai 50 persen untuk tetap hidup. Mengetahui tanda-tanda kardinal dan gejala gagal jantung kongestif sangatlah penting agar penyakit dapat terdeteksi sejak dini sehingga bisa mengurangi risiko kematian.

Sesak napas
Istilah medis untuk sesak napas adalah dyspnea. Sesak napas adalah gejala pertama dan yang paling utama dari gagal jantung kongestif. Aktifitas fisik biasanya memicu dyspnea pada orang yang menderita kondisi ini. Jika tidak diobati, gagal jantung kongestif bisa mulai menyebabkan dyspnea saat istirahat.

Kelelahan
Kelelahan dan kelemahan, terutama di lengan dan kaki, adalah gejala umum lain yang menandakan gagal jantung. Hal ini disebabkan berkurangnya output darah dari jantung dan sirkulasi yang buruk. Kelelahan dan kelemahan dapat terjadi pada saat istirahat atau selama aktifitas fisik. Kelelahan bisa menjadi lebih buruk setelah makan karena meningkatnya permintaan dari aliran darah ke perut untuk membantu pencernaan.

Nokturia dan Oliguria
Nokturia seringkali menjadi tanda awal gagal jantung, dan terjadi ketika ginjal tidak menerima aliran darah yang memadai. Akibatnya, Anda akan sering bangun saat tidur untuk buang air kecil. Sedangkan, oliguria ditandai dengan penurunan produksi urin secara signifikan yang berhubungan dengan kurangnya output darah dari jantung. Kondisi ini mungkin merupakan indikasi gagal jantung parah.

Gejala perut
Penderita gagal jantung mungkin mengalami ketidaknyamanan pencernaan akibat retensi cairan di organ perut seperti hati. Ketidaknyaman ini biasanya digambarkan sebagai perasaan sakit atau perasaan berat yang disebabkan oleh peregangan perut dan organ akibat retensi cairan. Peningkatan ukuran pinggang di mana baju menjadi terasa ketat di sekitar pinggang mungkin dapat berhubungan dengan gagal jantung.

Gejala serebral
Gejala serebral seperti kebingungan, kehilangan memori, sakit kepala, gelisah, insomnia dan halusinasi lebih sering dialami pasien yang lebih tua dengan gagal jantung lanjutan. Gejala-gejala ini berhubungan dengan berkurangnya aliran darah dari jantung dan sirkulasi darah ke otak yang buruk.

Batuk kering
Batuk kering yang tidak mengeluarkan dahak seringkali dialami oleh pasien dengan gagal jantung kongestif. Hal ini disebabkan oleh kongesti paru-paru yang terjadi dengan gagal jantung. Selain itu, beberapa obat yang digunakan untuk mengobati gagal jantung juga dapat menyebabkan batuk.

Dokter dapat memberikan perkiraan harapan hidup pada pasien gagal jantung kongestif setelah pemeriksaan fisik dan pengujian untuk menentukan sejauh mana kondisinya. Pemeriksaan dapat menunjukkan detak jantung yang tidak teratur, distensi vena, dan pembesaran hati. Harapan hidup pasien penyakit gagal jantung kongestif akan meningkat dengan pengobatan yang tepat. Perawatan umumnya melibatkan penurunan berat badan, mengontrol tekanan darah , penurunan asupan garam, minum obat untuk membantu memperkuat otot jantung, berhenti merokok, cukup istirahat dan aktifitas fisik yang disesuaikan dengan persetujuan dokter.

Sumber gambar – rohaminaherba.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY