Tanda-tanda Kelelahan pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sejatinya wajar bila anak mengalami kelelahan, terutama selama tahun-tahun perkembangannya ketika terjadi ledakan pertumbuhan. Jadwal sekolah yang sibuk, tidak cukup tidur di malam hari dan kelaparan juga dapat membuat anak lelah. Umumnya kelelahan akan hilang dengan tidur siang atau istirahat malam yang cukup diimbangi pula gaya hidup sehat lainnya. Namun, karena kelelahan dapat menurunkan kualitas hidup anak, maka sangat penting bagi para orang tua untuk mengenali tanda-tanda kelelahan pada anak sehingga tidak berkembang menjadi kelelahan kronis. Selain itu, kelelahan terkadang menjadi salah satu gejala penyakit.

Kelelahan tak hanya sebatas soal fisik yang tampak lelah, tetapi juga kelelahan emosi, dan kelelahan mental. Secara umum, kelelahan anak ditandai dengan gejala-gejala berikut ini

  • Sering mengeluhkan kelelahan atau lemas tak bertenaga meskipun setiap hari cukup beristirahat.
  • Cenderung bergerak lambat saat beraktivitas.
  • Kurang tertarik melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang sebelumnya anak senangi.
  • Lebih suka tidur-tiduran dan melakukan aktivitas pasif, seperti menonton TV atau main gadget.
  • Mudah marah dan mudah menyerah ketika melakukan tugas yang menurutnya sulit.
  • Mudah mengantuk dan selalu ingin tidur.
  • Sulit berkonsentrasi. Ini menunjukkan gejala kelelahan kognitif yang pada gilirannya membuat anak malas belajar dan mengalami mood swing.
  • Mengeluh sakit perut, sakit kepala, nyeri otot, atau sesak napas.

Gejala-gejala tersebut umumnya dapat diatasi dengan modifikasi gaya hidup. Menerapkan pola makan gizi seimbang yang terdiri dari buah-buahan, sayuran, karbohidrat kompleks dan daging tanpa lemak dapat meningkatkan tingkat energi. Diet sehat juga perlu diimbangi dengan pengurangan konsumsi gula dan makanan olahan. Selain itu, tidur yang cukup, berjemur di bawah sinar matahari pagi dan berolahraga secara teratur juga akan membantu meningkatkan kualitas kesehatan anak serta membuatnya dapat menjalani hari dengan penuh energi. Penting juga bagi orang tua untuk mengamati kebiasaan tidur anak. Pastikan anak setiap malamnya tertidur lelap. Pasalnya, mungkin saja anak jadi lelah dan mengantuk berlebihan karena tidak cukup tidur di malam hari. Jika demikian, Anda bisa mengatur ulang jadwal tidur anak.

Bila modifikasi gaya hidup tak terlalu banyak membantu dan kelelahan menjadi berkelanjutan sehingga menurunkan kualitas hidup anak, jangan ragu untuk segera memeriksakan kesehatan anak Anda ke pusat medis. Dalam beberapa kasus, kelelahan yang sifatnya persisten menjadi tanda penyakit, seperti anemia, gangguan fungsi tiroid, penyakit jantung, penyakit ginjal, dan leukemia, ataupun gangguan psikologis akibat stres dan trauma emosional. Gejala-gejala yang menunjukkan kelelahan yang tak biasa pada anak dan memerlukan evaluasi medis lebih lanjut, antara lain:

  • Pola tidur yang buruk, dan cenderung mengantuk sepanjang hari.
  • Fisik yang tampak lelah serta emosinya cenderung agresif.
  • Penurunan kualitas hidup anak, baik itu dari segi akademik maupun sosial.
  • Tak tertarik beraktivitas fisik atau melakukan hobi yang disenangi.
  • Mudah lelah ketika beraktivitas.
  • Sering mengeluhkan sakit perut, sakit kepala, badan terasa nyeri, mual, dan muntah.
  • Menurunnya nafsu makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Sering mimisan.

Pengobatan untuk kelelahan karena penyakit tentunya akan lebih kompleks. Sambil dokter mengobati penyakit yang diderita anak dengan obat-obatan atau prosedur lainnya, memastikan anak cukup istirahat merupakan bagian penting dari pengobatan, selain memastikan kebutuhan nutrisi anak tercukupi setiap harinya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY