Tanda-Tanda Remaja Hiperaktif

SehatFresh.com – Selama ini, perilaku hiperaktif atau ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder) lebih banyak dialami anak-anak. Gangguan hiperaktif, bukan hanya terjadi anak-anak saja, tetapi juga remaja. Sekitar empat persen remaja mengalami ADHD atau yang lebih dikenal dengan hiperaktif, dan kondisi tersebut seringkali tidak terdiagnosa.

Untuk mengetahui apakah seorang remaja mengalami gangguan hiperaktif, Anda bisa melihat lima tanda berikut, yaitu:

  1. Sering gelisah

Anak-anak dengan ADHD mungkin akan terlihat sangat terlalu enerjik, tetapi orang yang lebih tua justru akan sering merasa tegang dan gelisah. Orang dewasa tidak menunjukkan tanda-tanda yang lebih jelas, seperti berlari dan melompat. Hiperaktif diusia remaja akan terlihat lebih halus yaitu dalam bentuk kecemasan.

  1. Hubungan pribadi selalu bermasalah

Hubungan yang baru dijalin pasti akan menimbulkan perasaan senang dan menggebu-gebu. Tetapi itu semua perasaan itu bisa hilang dalam waktu singkat pada remaja yang hiperaktif, justru ketika hubungan dalam keadaan stabil. Seringkali orang dewasa dengan ADHD benar-benar mengalami kesulitan dengan transisi. Ketika hubungan menjadi lebih stabil dan dapat diprediksi, konflik cenderung muncul.

  1. Terlalu berani

Orang dengan ADHD selalu tertarik dengan kegiatan yang merangsang adrenalin. Mereka mungkin terlibat dalam perilaku berisiko, seperti kebut-kebutan, berjudi, bahkan menggunakan obat terlarang. Hal terpenting adalah menyalurkan keinginan bersenang-senang dalam suatu kegiatan yang tidak membahayakan kehidupan pekerjaan dan keluarga.

  1. Susah fokus

Seseorang dengan ADHD, sulit untuk mempertahankan pikiran untuk tetap fokus pada suatu masalah. Hal-hal sepele seperti suara, gerakan, hingga lamunan bisa dengan mudah merusak fokus perhatiannya.

  1. Impulsif
    Jika Anda selalu mengatakan apa yang ada di pikiran tanpa mempertimbangkan konsekuensinya, itu adalah salah satu tanda ADHD.

Karakter hiperaktif jarang sekali menimpa anak perempuan dibandingkan anak lelaki. Namun, efeknya pada anak perempuan bisa sangat serius karena mengancam masa depannya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Inggris dan Kanada, anak perempuan hiperaktif cenderung menghadapi masalah untuk bersikap dewasa. Hasil penelitian yang melibatkan lebih dari 800 anak perempuan yang berusia sampai 21 tahun itu menyatakan bahwa anak perempuan hiperaktif diperkirakan akan memiliki karier masa depan yang kurang baik, sering melakukan tindak kekerasan dalam hubungan sosial, dan berisiko hamil di luar nikah.

Jika anak-anak sering berimajinasi, remaja hiperaktif cenderung berhalusinasi. Maka dari itu, kunci utama dalam penanganan remaja ADHD yaitu dengan memusatkan perhatiannya.  Perhatian yang terpusat dapat mengontrol perilaku anak baik dari segi hiperaktivitasnya maupun impulsifnya. Di masa remaja, anak ADHD harus mendapat penanganan konseling. Hal ini ditujukan untuk menemukan cara yang lebih baik untuk menangani perilaku, karena anak ADHD membutuhkan bimbingan dan pemahaman.

ADHD berhubungan dengan pembentukan kepribadian seseorang, maka dari itu, perilaku ADHD harus segera ditangani. Remaja dengan ADHD erat kaitannya dengan permasalahan sosial. Mulai dari kecelakaan lalu lintas, kriminalitas, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan. Tapi perlu diketahui, ADHD tidak seperti gangguan mental lainnya yang sangat sulit atau mustahil diobati.  ADHD sangat mungkin diobati, asalkan pengobatannya disertai kesabaran dan keseriusan dari anak dan orangtua.

Sumber gambar : gigisusu.net


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here