Tekanan Darah Rendah Terkait Kehamilan

SehatFresh.com – Ada berbagai faktor risiko tekanan darah rendah, yang secara medis disebut hipotensi. Pada wanita, salah satu faktor risikonya adalah kehamilan. Umumnya, hipotensi pada ibu hamil hanya menimbulkan gejala ringan seperti pusing, sakit kepala, mata berkunang-kunang, mual, muntah, badan lemas dan keringat dingin. Gejala-gejalanya terutama dirasakan pada saat perubahan posisi berdiri secara cepat dari posisi duduk atau tidur.

Hipotensi postural kerap kali terjadi pada semua orang. Namun, wanita hamil lebih mungkin untuk mengalami kondisi ini karena peningkatan volume darah serta pelebaran pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun. Penurunan tekanan darah terjadi ketika seseorang beralih dengan cepat dari posisi istirahat seperti duduk atau jongkok. Gravitasi memaksa darah bekerja lebih keras untuk beredar ke seluruh tubuh.

Selain itu, hipotensi supinasi merupakan penyebab umum dari tekanan darah rendah yang terjadi tiba-tiba. Ketika seorang wanita hamil berbaring, rahim menempatkan tekanan pada pembuluh darah utama di tubuh, aorta dan vena cava. Hal ini dapat memperlambat sirkulasi darah. Beberapa wanita melaporkan merasa rasa lemas atau kecemasan ketika hal ini terjadi. Beristirahat dengan posisi menyamping atau menghindari berbaring telentang dapat mencegah jenis hipotensi ini.

Hipotensi atau tekanan rendah rendah saat hamil dapat bertahan hingga akhir kehamilan dan akan kembali menjadi normal pasca persalinan. Ibu hamil tidak perlu terlalu khawatir karena umumnya kondisi ini tidak membahayakan ibu dan janin. Hal ini normal terjadi dan memang tidak bisa dihindari.

Meski umumnya terjadi karena perubahan terkait kehamilan, berdasarkan laporan American Heart Association, kekurangan nutrisi seperti vitamin B12 dan asam folat juga dapat menyebabkan anemia, yang pada gilirannya menyebabkan tekanan darah rendah. Tingkat hidrasi tubuh yang tidak memadai juga dapat mengakibatkan kekurangan dalam tubuh yang memperlambat sirkulasi darah. Maka dari itu, wanita hamil penting untuk mengambil vitamin prenatal selama kehamilan untuk memerangi kekurangan nutrisi tersebut.

Meski hipotensi adalah kondisi normal terjadi dalam masa kehamilan, namun kondisi ini tetap perlu diwaspadai. Hipotensi berat pada kehamilan bisa mengarah pada kondisi yang mengancam jiwa, karena memengaruhi kondisi jantung. Hipotensi menjadi berbahaya jika menyebabkan gejala berat seperti perdarahan, nyeri kepala hebat, gangguan penglihatan, nyeri dada, sesak napas, dan kelemahan pada salah satu bagian sisi tubuh. Untuk itu, jangan pernah mengabaikan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Saat pemeriksaan kehamilan, tekanan darah akan diukur untuk mendeteksi masalah pada tekanan darah yang bisa berpengaruh pada kehamilan.

Sumber gambar : jualproduktiens.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY