Teknik Sujud pada Kehamilan Sungsang

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ada sejumlah masalah atau kelainan yang dapat terdeteksi ketika melakukan pemeriksaan kehamilan rutin. Salah satunya, posisi janin sungsang (presentasi sungsang). Umumnya, janin akan berpindah ke posisi persalinan beberapa minggu sebelum kelahiran di mana posisi kepala bayi menjadi lebih dekat dengan jalan lahir. Pada posisi sungsang, posisi kepala janin berada di atas sehingga pada saat persalinan normal, bokong atau kaki janin yang pertama keluar.

Posisi sungsang di bedakan menjadi tiga bentuk, yaitu:

  • Frank breech: Bokong janin berada di bawah sedangkan tungkai berada di atas hampir menyentuh telinga.
  • Incomplete breech: Satu kaki janin berada di atas sementara kaki lainnya berada di bawah.
  • Complete breech: Bokong janin berada di atas mulut rahim sementara kedua kaki dalam posisi terlipat.

Belum diketahui secara pasti mengapa janin bisa berada pada posisi sungsang. Tetapi, terdapat faktor-faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan presentasi sungsang, di antaranya:

  • Sang ibu telah hamil lebih dari satu kali.
  • Kehamilan kembar.
  • Terlalu banyak atau terlalu sedikit cairan ketuban.
  • Bentuk rahim abnormal ataupertumbuhan rahim abnormal.
  • Plasenta previa, di mana plasenta sebagian atau seluruhnya menutupi pembukaan rahim.

Beberapa janin sungsang dapat dilahirkan dengan selamat melalui persalinan normal. Namun, terdapat sejumlah komplikasi serius yang dapat terjadi jika janin dalam posisi sungsang. Dalam posisi normal di mana posisi kepala di bawah, tengkorak janini akan terkompresi dengan cara tertentu agar sesuai dengan jalan lahir. Proses ini disebut molding. Bila kaki janin yang pertama keluar, tubuhnya tidak dapat meregangkan jalan lahir cukup lebar agar kepala bisa melewati jalan lahir dengan mudah. Akibatnya, kepala bisa menjadi terjebak di jalan lahir, sehingga memperpanjang proses persalinan dan dapat menyebabkan gawat janin, di mana janin tidak memperoleh oksigen yang memadai.

Dewasa ini, kebanyakan janin sungsang dilahirkan melalui operasi caesar terencana. Persalinan normal untuk janin sungsang tunggal masih dimungkinkan dalam beberapa situasi tertentu. Baik itu kelahiran normal maupun kelahiran caesar, keduanya membawa risiko tertentu ketika janin berada dalam posisi sungsang. Namun, komplikasi persalinan normal dianggap lebih berisiko bila dibandingkan dengan persalinan caesar.

Meski demikian, masih ada peluang agar janin bisa dilahirkan secara normal. Ini karena posisi janin sungsang masih dapat dikoreksi. Jika janin terdeteksi berada dalam posisi sungsang, penting untuk tidak melewatkan kontrol kehamilan rutin sehingga dokter dapat membantu merencanakan apa yang harus dilakukan. Bila usia kehamilan mencapai tujuh sampai delapan bulan, dokter biasanya menyarankan para ibu dengan kehamilan sungsang untuk rutin melalukan latihan sujud.

Posisi menungging seperti ketika sujud atau disebut juga knee-chest position, dapat membantu secara alami mengubah posisi janin yang sungsang. Latihan sujud disarankan dilakukan secara rutin tiga kali sehari, masing-masing dilakukan selama 10 menit, guna mencapai hasil yang diharapkan. Latihan sujud efektif jika dilakukan hingga usia kehamilan 34 minggu (kehamilan pertama) atau 36 minggu (kehamilan kedua dan seterusnya). Meskipun tidak berbahaya, posisi bersujud dapat menimbulkan ketidaknyamanan bila dilakukan terlalu lama mengingat  ukuran perut yang sudah besar. Oleh karenanya, bila ibu sudah merasakan sesak napas, maka sebaiknya dihentikan sejenak.

Bila dilakukan dengan tepat dan konsisten, besar kemungkinannya janin bisa berubah posisi menjadi normal sehingga ini juga meningkatkan kemungkinan keberhasilan dan keamanan janin bila dilahirkan secara normal. Jika sampai usia 40 minggu janin masih berada dalam posisi sungsang, operasi caesar mungkin menjadi pilihan terbaik demi keselamatan ibu dan janin

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY