Teknik Versi Eksternal pada Janin Sungsang

id.wikihow.com

SehatFresh.com – Terkadang pada trimester ketiga kehamilan, rasa khawatir sering kali muncul lebih tinggi dari biasanya. Mekipun tak semua wanita merasakan hal seperti ini. Kebanyakan wanita akan memikirkan bagaimana mereka akan melahiran nantinya.

Apalagi ada beberapa kondisi janin yang berada dalam posisi sungsang. Hal ini tentu akan meningkatkan kekhawatiran dari wanita yang tengah mengandung. Umumnya ibu hamil akan merasa tidak nyaman di bawah tulang iga, sering sesak napas dan merasakan tendangan tepat di kandung kemih.

Dalam istilah medis, dokter menyebut istilah presentasi untuk menggambarkan posisi terbawah janin di dalam rahim. Bagian tubuh janin yang berada tepat di atas mulut rahim adalah nantinya akan muncul ketika pertama kali lahir. Biasanya, bagian terbawah adalah kepala janin, disebut presentasi sepalik. Posisi inilah yang terbaik karena bagian terbesar janin, yaitu kepala, dan keluar pertama kali. Ketika bagian terbawah adalah bokong, maka disebut presentasi bokong, posisi yang berisiko jika persalinan normal, yang lebih dikenal masyarakat dengan istilah janin sungsang.

Dokter seharusnya dapat merasakan posisi janin dengan memeriksa perut ibu hamil menggunakan USG untuk memastikannya. Sebelum kehamilan 34 minggu, jika bokong janin berada paling bawah, tidak akan terjadi masalah. Karena 25% posisi janin masih berubah-ubah sebelum usia 28 minggu. Jika pada usia 32 minggu, 7% posisi janin masih dalam presentasi bokong, maka 3-4% di antaranya tetap berada dalam presentasi bokong ketika bersalin. Sebenarnya pada usia kehamilan 32-34 minggu merupakan waktu yang baik bagi janin untuk berputar dan berubah posisi. Sedangkan setelah 36 minggu, sudah akan sulit bagi janin untuk mengubah posisi karena semakin sempitnya rongga perut.

Versi eksternal/pemutaran tubuh janin

Versi eksternal yaitu menekan perut dan melakukan pemutaran pada janin dengan kedua tangan sehingga posisi janin berubah. Prosedur medis ini dilakukan oleh dokter dengan memutar tubuh janin dari posisi bokong menjadi verteks/kepala melalui penekanan perut. Sebelum dilakukan pemutaran/versi, dilakukan dulu pemeriksaan USG untuk memastikan posisi janin, di sisi mana letak punggung janin dan mengetahui apakah jumlah cairan ketuban cukup banyak. Kemudian Anda diberi suntikan/anestesi untuk melemaskan otot rahim dan perut, lalu dokter melakukan tindakan versi eksternal.

Versi eksternal ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa, sehingga dokter harus melakukannya dengan lembut, namun cukup untuk mengubah posisi janin. Selama proses ini, denyut jantung janin harus dimonitor dengan ketat dengan alat kardiotokografi (CTG) dan USG apakah terjadi percepatan atau  perlambatan denyut jantung yang menandakan terjadinya gawat janin.

Risiko tindakan ini ialah terlepasnya plasenta dari tempat menempelnya di rahim yang dapat mengakibatkan gawat janin, sehingga janin harus segera dioperasi caesar. Untuk   mengantisipasi hal ini, perlu diperhatikan kesiapan paru-paru janin saat tindakan ini dilakukan. Risiko ini terjadi pada 15% kasus. Selain itu, terkadang setelah dilakukan pemutaran, janin dapat kembali pada posisi sungsang/presentasi bokong.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY