Telat Menstruasi Belum Tentu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menstruasi bisa digunakan sebagai penanda kehamilan. Akan tetapi, banyak orang yang salah kaprah mengartikannya begitu saja. Wanita yang aktif secara seksual pasti akan panik bila sudah tiba waktunya haid tapi tamu bulanannya tidak kunjung datang. Telat menstruasi tidak selalu berarti hamil. Hal tersebut bisa saja mengindikasikan adanya sesuatu yang tidak beres pada sistem reproduksi.

Haid yang normal dilihat dari 3 hal, yaitu interval, durasi dan volume darah yang keluar Gangguan haid karena interval haid dibedakan menjadi oligomenorrhea (jarang haid) jika interval haidnya lebih dari 35 hari dan polimenorhhea (sering haid) jika interval haidnya kurang dari 21 hari atau amenorrhea jika tidak haid lebih dari 3 bulan. Siklus haid rata-rata adalah 28 hari, tapi banyak wanita yang memiliki siklus lebih pendek atau lebih panjang, serta tidak mencatatnya dengan benar sehingga mereka tidak tahu pasti apakah siklusnya benar-benar terlambat.

Menstruasi umumnya terjadi sebulan sekali terjadi karena luruhnya dinding rahim yang tidak dibuahi. Karena tidak dibuahi, mekanisme tubuh akan memaksanya luruh karena dinding rahim yang baru akan segera terbentuk. Peluruhan ini akan berupa darah yang kotor yang nantinya akan keluar dari vagina. Karena setiap wanita memiliki periode yang berbeda dalam siklusnya, tidak jarang banyak wanita yang mengalami telat datang bulan hingga berbulan-bulan. Perlu diketahui bahwa bukan hanya kehamilan yang menyebabkan seorang wanita telat datang bulan, tetapi ada faktor lain yang memengaruhi siklus menstruasi wanita dan menyebabkan tamu bulanan tersebut telat datang.

Salah satu penyebabnya berhubungan dengan masalah hormonal. Sudah tidak aneh bahwa wanita itu lebih sensitif dibanding pria. Oleh karena itu, wanita cenderung memiliki emosi yang labil. Hal ini bisa berpengaruh pada pola siklus menstruasi. Pada remaja perempuan yang baru mendapat haid, kelenjar di otak yang mengatur keluarnya hormon yang mempengaruhi haid belum stabil, sehingga keluarnya darah haid bisa saja belum teratur. Stres yang dialami seorang wanita juga dapat menyebabkan terlambatnya datang bulan. Pada saat seseorang mengalami stres, otak akan mengirim impuls kimia yang akan menghambat hormon reproduksi yang nantinya berpengaruh terhadap siklus menstruasi. Penyebab lainnya juga bisa disebabkan karena adanya penyakit di rahim seperti miom dan kista.

Hal pertama yang perlu dilakukan ketika Anda mengalami telat datang bulan adalah jangan panik. Bersikap tenang akan sangat membantu agar berpikir jernih dan mengambil langkah-langkah berikutnya. Buatlah badan dan pikiran menjadi serileks mungkin dengan memperbanyak istirahat, melakukan hobi, berliburan, dan sebagainya. Siklus menstruasi biasanya akan kembali normal jika kondisi fisik dan mental sudah rileks. Jika Anda telat menstruasi dan sudah menggunakan tes kehamilan tapi hasilnya negatif, Anda sebaiknya mendatangi dokter kandungan untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Diagnosis dan penanganan dini tentunya akan sangat membantu ke depannya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY