Terapi Akupuntur untuk Mengatasi Gangguan Seksual

blogspot.com

SehatFresh.com – Melalui penusukan jarum di titik-titik tertentu, akupuntur bisa menjadi salah satu terapi untuk mengatasi berbagai penyakit. Akupuntur utamanya digunakan untuk meringankan ketidaknyamanan yang berhubungan dengan berbagai penyakit dan kondisi, seperti mual muntah karena kemoterapi, sakit gigi, sakit kepala, nyeri punggung, nyeri leher, kram menstruasi, terapi setelah stroke, dan terapi radang sendi. Selain manfaat tersebut, mereka yang memiliki gangguan seksual dapat menjadikan terapi akupuntur sebagai bagian dari perawatannya.

Teori umum dari akupunktur didasarkan pada dasar pemikiran bahwa terdapat Qi (pola aliran energi ) di seluruh tubuh yang penting untuk kesehatan. Ketika sehat, Qi atau energi kehidupan ini mengalir melalui meridian tubuh (jaringan saluran terlihat di seluruh tubuh). Jika aliran Qi di meridian tersumbat atau ada kekurangan pasokan Qi, maka tubuh gagal untuk menjaga keharmonisan, keseimbangan dan keteraturannya, sehingga tubuh lebih mudah terserang penyakit.

Dalam ruang lingkup seksualitas, masalah seksual seperti libido rendah dipandang sebagai ketidakseimbangan Qi dalam sistem organ, khususnya ginjal dan sistem jantung. Jadi, jarum tidak diterapkan langsung di organ seksual, melainkan pada titik lain yang sangat berpengaruh terhadap gangguan yang Anda alami untuk meningkatkan kinerja seksual. Setelah penyebab masalah ditemukan, titik-titik tertentu dirangsang untuk mengubah berbagai kondisi biokimia dan fisiologis guna memperkuat tubuh dan pikiran untuk mengembalikan kesehatan seksual Anda ke kondisi prima. Tidak hanya sebatas masalah libido rendah, akupuntur juga dapat dijadikan terapi untuk beberapa gangguan seksual pada pria ataupun wanita, seperti disfungsi ereksi dan disfungsi seksual wanita.

Disfungsi ereksi.

Menurut teori medis Tiongkok, ada tiga penyebab utama untuk disfungsi ereksi, yaitu:

  • Penurunan kinerja gerbang vitalitas (Ming Men) yang berlokasi di ginjal.
  • Keringat berlebih di daerah selangkangan akibat ketidakharmonisan ginjal atau hati.
  • Stagnasi Qi pada hati dan darah akibat stres kronis atau sirkulasi darah yang buruk.

Penerapan jarum merangsang pelepasan endorfin yang merupakan penghilang rasa sakit alami. Teori lain menyatakan bahwa jarum merangsang pelepasan zat kimia yang membawa pesan antara ujung saraf. Meskipun akupuntur cenderung lebih menguntungkan bila disfungsi ereksi disebabkan oleh kondisi psikologis, banyak praktisi percaya bahwa akunpuntur benar-benar dapat membantu mengatasi disfungsi ereksi terlepas dari faktor penyebabnya apakah itu fisik, psikologis, atau lingkungan.

Female sexual dysfunction (FSD)

Female sexual dysfunction (FSD) meliputi empat jenis masalah seksual yang memengaruhi wanita, yaitu gangguan hasrat seksual hipoaktif, gangguan gairah, gangguan orgasme, dan gangguan nyeri seksual. Pada Desember 2012, peneliti dari University of Nevada dan Montana State University melaporkan bahwa penggunaan akupuntur untuk mengatasi disfungsi seksual pada wanita, menunjukkan hasil yang positif. Salah satu contohnya adalah vaginismus. Secara medis, vaginismus didefinisikan sebagai pengencangan otot-otot di sekitar vagina yang tidak disadari setiap ada upaya penetrasi pada vagina. Selain dapat membantu mengatasi vaginismus, akupuntur juga dapat membantu meningkatkan pelumasan sehingga membuat wanita lebih bisa menikmati seks dan lebih mudah mencapai orgasme yang memuaskan.

Saat memutuskan untuk melakukan terapi akupuntur, hal pertama yang harus diperhatikan adalah kredibilitas terapis. Pasalnya, akunpuntur juga tidak lepas dari risiko, seperti penyakit yang makin parah akibat salah posisi jarum, atau penusukan jarum terlalu dalam yang bisa menyebabkan terjadinya cedera pada organ internal. Selain itu, higienitas klinik terutama kesterilan jarum akupuntur yang digunakan juga penting untuk diperhatikan. Anda bisa mengalami infeksi atau tertular penyakit akibat kelalaian terapis karena tidak menggunakan jarum yang steril.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY