Terapi Jus

Pola makan di era modern yang serba instan, tinggi lemak, protein, gula dan garam menjadi pemicu timbulnya penyakit degeneratif seperti darah tinggi, kencing manis, jantung koroner hingga kanker. Saat ini, pengobatan dari alam saat ini menjadi pilihan yang banyak dicari. Salah satunya adalah terapi kesehatan dengan memanfaatkan jus dari buah-buahan dan sayuran.

Jus buah atau sayuran adalah minuman sari buah atau sayuran yang diperoleh dari proses menggunakan mesin juicer sehingga diperoleh cairan sari buah atau sayuran. Namun, kita lebih mengenal istilah jus berupa minuman yang terbuat dari buah atau sayuran yang dihaluskan dengan blender, padahal minuman jenis ini sebenarnya lebih tepat disebut dengan smoothie.

Jus menyediakan sumber cairan, sumber vitamin, sumber mineral, karbohidrat dengan indeks glikemik rendah dan sumber senyawa fitokimia yang baik bagi tubuh. Jus juga  merupakan sumber serat yang bermanfaat untuk memperlancar proses pencernaan, mengikat racun dalam tubuh dan memberikan rasa kenyang sehingga sangat baik bagi Anda yang sedang menjalani diet. Jus sayuran dan buah juga mengandung beragam mineral, sepeti kalsium, magnesium, fosfor, besi, dan potasium. Jus buah dan sayuran juga kaya akan vitamin A, C dan E, golongan vitamin antioksidan. Antioksidan ini dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, katarak dan mencegah kerusakan sel pankreas, sehingga baik untuk penderita diabetes mellitus.

Minum jus membantu kita memperoleh manfaat dari buah dengan cara yang praktis. Kita dapat memperoleh khasiat dari berbagai buah dan sayur tanpa harus memakannya satu per satu. Tubuh juga lebih mudah menyerap nutrisi yang ada pada jus. Inilah yang menjadikan jus sebagai minuman sehat yang praktis.

Pengolahan jus yang tidak benar, waktu yang tidak tepat atau cara pandang yang salah terhadap jus membuat nilai jus berkurang bagi tubuh. Agar minum jus terasa manfaatnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya:

  • Pilih buah segar, matang dan belum lama disimpan. Buah segar memiliki cita rasa lebih lezat dan kandungan vitamin yang masih lengkap.
  • Minum jus sesegera mungkin setelah dibuat. Jika terlalu lama, kandungan vitamin akan menguap karena proses oksidasi, terkena panas serta cahaya.
  • Untuk mengurangi asupan kalori ke dalam tubuh, ambil madu atau gula merah sebagai pengganti gula. Gula pasir dapat menghambat penyerapan vitamin jika ditambahkan dalam proses pembuatan jus. Gula juga membuat jus menjadi tinggi kalori.
  • Untuk mendapatkan manfaat yang saling melengkapi, variasikan jenis dan warna buah. Karena warna buah yang berbeda, kuning, jingga, merah, hijau, biru, hitam, mengindikasikan jenis antioksidan yang berlainan pula.
  • Terus-menerus mengkonsumsi jus tanpa mengkonsumsi buah secara langsung ternyata tidak baik karena justru dapat meningkatkan berat badan. Anda perlu tetap mengkonsumsi buah segar agar lambung tetap berfungsi dengan baik.
  • Karena alasan praktis, banyak orang yang memilih jus dalam kemasan. Jus kemasan memang praktis dan menawarkan pilihan rasa yang beragam. Namun perlu diketahui bahwa jus dalam kemasan seringkali diberi tambahan pewarna, pengawet dan pemanis dan rasa asam buatan yang tidak baik untuk kesehatan. Selama proses pembuatan, jus dalam kemasan seringkali menggunakan teknik pemanasan pasteurisasi untuk membunuh kuman. Teknik pemanasan ini dapat mengubah enzim dan zat gizi dalam makanan sehingga kehilangan nilai nutrisinya.

 *pic esanicafe.blogspot.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here