Terapi Umum dan Khusu pada Penyakit Stroke Non Hemoragik (SNH)

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Stroke merupakan penyakit gangguan sistem kardiovaskuler di Asia yang disebabkan oleh adanya perkembangan industry dan ekonomi serta gaya hidup yang tidak sehat. Angka kejadian kematian akibat stroke di wilayah benua Asia sudah sangat tinggi. Karena stroke juga berkaitan dengan otak, maka stroke dapat mengakibatkan otak mengalami penurunan fungsi.

Stroke terbagi menjadi dua jenis yakni stroke hemoragik (perdarahan) dan stroke non hemoragik. Kebanyakan kasus stroke merupakan jenis stroke non hemoragik. Diperkirakan ada sebanyak 2 juta saraf mati di setiap menitnya akibat dari kurang penanganan yang segera.

Berdasarkan hal tersebut, maka sering disebutkan istilah untuk penderita stroke non hemoragik yakni “waktu adalah otak” yang memiliki arti bahwa waktu sangat menentukan berhasilnya pengobatan stroke. Hal utama yang diharapkan dari pengobatan penyakit stroke non hemoragik ini adalah pembukaan pada sumbatan pembuluh darah ke otak. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengatasi stroke non hemoragik.

Berikut ini adalah 2 metode terapi pengobatan penyakit stroke non hemoragik (SNH).

  1. Terapi umum

Bentuk terapi atau pengobatan secara umum untuk penderita stroke non hemoragik adalah dengan memberikan bantuan posisi. Posisi yang baik untuk pasien SNH yakni saat terbaring kepala lebih tingi dari tubuh (head up position). Posisi kepala lebih tinggi akan membantu mengurangi nyeri kepala akibat sumbatan yang ada pada pembuluh arah yang menuju ke otak.

Selain posisi, pemberian oksigen tambahan merupakan hal yang cukup penting. Atas dasar oksigen yang tidak teraliri dengan adekuat ke otak, sehingga menyebabkan otak kekurangan oksigen sebagai bahan bakar dalam proses metabolisme. Apabila ada oksigen tambahan dari luar, suplai oksigen akan mencukupi kebutuhan metabolism di otak, sehingga serangan stroke non hemoragik dapat berkurang.

Bentuk terapi umum lainnya adalah dengan memberikan obat antihipertensi. Berdasarkan penyebabnya, biasanya penderita stroke non hemoragik memang mempunyai riwayat darah tinggi (hipertensi), maka untuk dapat mengatasinya dapat dilakukan dengan pemberian obat antihipertensi sesuai dengan indikasi dokter.

  1. Terapi Pemulihan

Durasi pemulihan dan rehabilitasi tergantung pada tingkat keparahan stroke. Berbagai jenis terapi dapat dilakukan tergantung pada kebutuhan anda, diantaranya termasuk terapi fisik, terapi okupasi, atau terapi wicara. Tujuan utama terapi adalah untuk mengembalikan sebanyak mungkin fungsi yang terganggu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here