Terapi untuk Pengidap Kelainan Seksual Sadisme

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kelainan seksual merupakan kelainan yang paling banyak dijumpai, ciri utamanya yaitu tidak adanya gairah untuk melakukan hubungan seks, hal ini bisa dikarenakan oleh faktor usia, ketidakpuasan seks terhadap pasangan, dan lingkungan yang menimbulkan ketidakinginan untuk berhubungan seks. Hilangnya gairah seks bisa bersifat menyeluruh maupun situasional.

Seksual merupakan hal yang bersifat sangat pribadi dalam kehidupan individu. Kebutuhan seksual pada manusia sama halnya dengan kebutuhan makan yang selalu menuntut untuk dipenuhi. Pada dasarnya, seksual menjadi hal yang normal bagi setiap individu, namun dalam mencapai kepuasan seksualnya, terkadang manusia mempunyai cara yang berbeda dan bahkan dilakukan dengan cara yang menyimpang. Penyimpangan seksual termasuk bentuk perbuatan menyimpang dan melanggar norma dalam kehidupan masyarakat, di mana aktivitas seksual individu dalam mendapatkan kenikmatan seksual tersebut diperoleh secara tidak wajar.

Salah satu  penyimpangan seksual yang akan dibahas dalam artikel ini adalah sexsual sadisme disorder atau yang biasa disebut dengan gangguan sadisme seksual.  Sebuah gangguan seksual di mana kenikmatan seksualnya diperoleh dengan cara menyakiti pasangan.

Menurut laman allaboutcounselling.com biasanya pengidap sadisme kebanyakan malu untuk berobat karena jika ketahuan mereka akan dijauhkan dari khalayak masyarakat. Namun jika seseorang datang ke terapis umumnya mereka akan disarankan menjalani terapi perilaku.

Penyembuhannya mulai dari merubah pola gairah seks yang tidak umum menjadi lebih wajar dan lebih diterima masyarakat. Dengan diberi bekal keterampilan bermasyarakat, diharapkan pasien dapat membangun cara yang lebih positif dalam berinteraksi.

Terapi Psikoanalisis. Terapi yang membuat pasien menjadi menyadari bahwa kebutuhan menghukum diri sendiri adalah sekunder akibat perasaan bersalah pada bawah sadar yang berlebihan. Mengenali impuls agresif mereka yang terepressi, yang berasal dari masa anak-anak awal.

Selanjutnya dilakukan terapi wicara yang diharapkan bisa membantu pasien lebih terbuka terhadap orang lain karena dengan begitu bisa ditentukan apakah terapi obat-obatan perlu diterapkan. Jika ditengarai seorang pengidap pernah menyakiti orang lain pemberian hormon perempuan atau obat antiandrogen diharapkan dapat mengurangi jumlah testosteron. Penggunaan obat antidepresi juga terbukti ampuh dalam menangani kelainan seks ini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY