Teratogenik dan Kecacatan Pada Bayi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apa itu sebenarnya teratogenik? Saat ditanya mengenai teratogenik kebanyakan ibu hamil pasti akan bingung karena jarang mendengar kata tersebut. Padahal saat masa kehamilan ibu perlu atau penting untuk mengetahui teratogenik sebab berkaitan dengan janin yang sedang anda kandung.

Dari bahasa Yunani teratogenik berasal dari kata teratos yang artinya monster. Hadegeb, asal kata dari Hades (dewa dalam mitologi Yunani) adalah zat yang menganggu pertumbuhan dan fungsi normal dari organ.

Bahan teratogenik adalah suatu bahan yang dalam ilmu kedokteran dikenal mampu memberikan efek gangguan pada janin dan menimbulkan kecacatan. Kecacatan yang ditimbulkan pada ibu hamil yang tepapar bahan teratogenk akan berefek pada janin yaitu bisa mengalami cacat fisik.

Cacat fisik karena bahan teratogenik ada dua yaitu cacat fisik yang nampak dan tidak nampak. Contoh cacat fisik yang nampak seperti bibir sumbing, keanehan bentuk anggotagerak dan kelainan bentuk kepala dan lain sebagainya. Untuk cacat fisik yang tidak nampak yaitu seperti kelainan otak, penurunan kecerdasan atau IQ yang rendah, gangguan reaksi metabolisme tubuh dan kelainan organ reproduksi.

Bagaimana proses pemaparan bahan teratogenik terhadap janin saat dalam kandungan?. Bahan teratogenik biasanya mulai masuk atau melakukan proses pemaparan saat kehamilan pada tahap organogenesis. Organogenesis yaitu proses pembentukan jaringan dan organ tubuh selama janin dalam kandunan.

Proses organogenesis berlangsung saat kehamilan trimester pertama dan selesai pada awal trimester ke dua atau sekitar 16 minggu. Pada fase trimester tersebutlah teratogenik dapat menganggu proses pembentukan organ janin yang ada di dalam kandungan. Akibat yang ditimbulkan bila bahan teratogenik berhasil menganggu proses organogenesis maka akan ada gangguan dimana sel tidak dapa tumbuh dan berkembang sebagaimana seharusnya dan menimbulkan berbagai cacat lahir yang dapat terjadi pada organ luar maupun dalam.

Kecacatab fisik pada bayi yang bersifat nampak akan memilki kemungkinan sembuh karena dapat diperbaiki ataudisembugkan seperti contohnya bibir sumbin bisa disembuhkan dengan cara pembedahan atau operasi. Jadi anak akan mungkin dapat menghentikan kecacatannya saat dewasa nanti. Tapi berbeda dengan kecacatan fisik yang tidak nampak, kemungkinan untuk sembuh dan dipebaiki akan sulit karena belum ditemukancara untuk memperbaiki gangguan pada sel-sel tak atau metabolisme sehinga mungkin kecacatan fisik tak nampak tersebut akan tetap terbawa hingga anak menjadi dewasa.

Itulah penjelasan tentang teratogenik dan kecacatan pada bayi. Dampak dari teratogenik memang cukup mengerikan. Oleh karena itu bagi ibu hamil sebaiknya sungguh menghindari paparan bahan tersebut agar janin tetap sehat. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here