Ternyata Kebutuhan Gizi Remaja Lebih Banyak Daripada Orang Dewasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Lebih banyak mana, kebutuhan gizi bagi remaja atau orang dewasa? Jawabannya adalah remaja. Kenapa? Karena pada masa remaja terjadi berbagai perubahan dalam diri seseorang.

Nutrisi dan pertumbuhan memiliki hubungan satu sama lain. Pertumbuhan pada masa remaja menuntut kebutuhan nutrisi yang tinggi agar tercapai potensi secara maksimal.

Tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi saat remaja dapat berakibat negatif, seperti terlambatnya pematangan seksual dan hambatan pertumbuhan linear. Tak hanya itu, asupan nutrisi kala remaja penting untuk mencegah terjadinya penyakit kronik di kemudian hari, seperti penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan osteoporosis.

Saat remaja, seseorang mengalami perubahan biologik dan fisiologik tubuh yang spesifik sesuai gender (gender specific). Alhasil, kebutuhan nutrisi pun menjadi berlainan, misalnya remaja perempuan membutuhkan zat besi lebih banyak karena mengalami menstruasi setiap bulan bila rutin. Pada masa ini, remaja juga mengalami perubahan psikologik dan sosial.

Perubahan dan pertambahan berbagai dimensi tubuh (tinggi dan berat badan) kala remaja menyebabkan tingginya kebutuhan energi dan nutrisi pada remaja. Sekitar 15%–20% tinggi badan dewasa dicapai pada masa remaja. Lalu, 25%–50% berat badan ideal dewasa dicapai pada masa remaja. Perubahan lainnya juga mencakup massa tubuh dan komposisi tubuh.

Secara ringkas, berikut adalah asupan nutrisi yang diperlukan saat remaja:

  • Protein

Kebutuhan protein tertinggi terjadi pada usia 11–14 tahun (perempuan) dan 15–18 tahun (lelaki). Kekurangan asupan protein secara konsisten pada masa ini dapat berakibat pertumbuhan linear berkurang, keterlambatan maturasi seksual serta berkurangnya akumulasi massa tubuh tanpa lemak.

  • Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi utama dalam makanan selain sebagai sumber serat makanan. Jumlah yang dianjurkan adalah 50% atau lebih dari energi total serta tidak lebih dari 10%–25% berasal dari karbohidrat sederhana, seperti sukrosa atau fruktosa.

  • Lemak

Tubuh manusia memerlukan lemak dan asam lemak esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan normal. Pedoman makanan di berbagai negara, termasuk Indonesia (gizi seimbang), menganjurkan konsumsi lemak tidak lebih dari 30% dari energi total dan tidak lebih dari 10% berasal dari lemak jenuh.

  • Mineral

Kebutuhan kalsium pada masa remaja juga penting. Sekitar 45% dari puncak pembentukan massa tulang berlangsung pada masa remaja. Seperti halnya kalsium, kebutuhan zat besi pada remaja, baik perempuan maupun lelaki, meningkat sejalan dengan cepatnya pertumbuhan dan bertambahnya massa otot dan volume darah. Kemudian, ada seng yang berperan sebagai metalo-enzyme pada proses metabolisme serta penting pada pembentukan protein dan ekspresi.

Semua kebutuhan zat gizi tersebut sebaiknya dapat terpenuhi dalam menu makan pagi, siang, dan malam. Orangtua juga harus memperhatikan bahwa menu makanan anaknya harus makanan segar yang bergizi, rendah lemak, dan tidak banyak gula. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY