Tes Untuk Deteksi Kanker Payudara

SehatFresh.com – Seperti telah diketahui, kanker payudara adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti kaum wanita. Diagnosa lebih awal tentunya akan membuat kondisi tidak semakin parah. Sayangnya, belum banyak yang sadar akan pentingnya melakukan tes untuk deteksi dini kanker payudara. Kanker payudara bisa dideteksi dengan beberapa cara sederhana sampai cara medis dengan bantuan alat canggih.

Metode deteksi dini yang paling mudah adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Namun, hasil pemeriksaan SADARI sangat bergantung pada keterampilan pemeriksanya. Selain melakukan SADARI, ada berbagai metode yang dapat digunakan untuk deteksi dini kanker payudara.

  • Pemeriksaan payudara klinis

Pemeriksaan payudara klinis dilakukan oleh dokter untuk untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang ada pada payudara dan untuk mengevaluasi kanker payudara pada tahap dini sebelum berkembang ke tahap yang lebih lanjut. Pada wanita berusia 20-40 tahun, pemeriksaan payudara dianjurkan untuk dilakukan setiap tiga tahun sekali.

  • Mammogram

Mammogram adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar rontgen. Tes ini telah terbukti mampu mendeteksi kanker payudara pada stadium dini dan apabila dilakukan tindak lanjut dengan diagnosis disertai terapi yang memadai, ini dapat mengurangi angka kematian akibat kanker payudara.

American College of Radiology, American Medical Association, National Cancer Institute, American Cancer Society, American College of Gynecology, dan U.S Preventive Services Task Force menganjurkan wanita usia berusia lebih dari 40 tahun untuk menjalani mammogram setahun sekali, baik yang bergejala maupun yang tidak bergejala.

  • Ultrasonografi

Prinsip utama pemeriksaan ultrasonografi (USG) adalah mendeteksi jaringan kanker menggunakan gelombang suara. USG umumnya dilakukan setelah mammogram dan ditemukan adanya benjolan yang mencurigakan.

  • Biopsi

Dalam biopsi, sampel jaringan akan diambil dan kemudian diperiksa oleh ahli patologi yang kemudian laporan temuan akan diberikan kepada ahli onkologi (dokter kanker). Faktor-faktor tertentu harus dipertimbangkan sebelum tes dapat dilakukan seperti kesehatan total pasien, letak benolan, jumlah benjolan dan lain sebagainya.

  • Magnetic resonance imaging (MRI)

MRI menggunakan bidang magnet untuk menghasilkan gambar struktur jaringan secara detail. MRI telah terbukti memiliki sensitivitas yang tinggi sebagai alat skrining untuk kanker payudara pada wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara berdasarkan riwayat keluarga.

  • Ductal lavage

Ductal lavage adalah prosedur pengumpulan sel dari saluran susu dari payudara untuk analisis. Prosedur ini digunakan untuk mengidentifikasi sel-sel dalam tahap pra-kanker, yang disebut sel atipikal. Ductal lavage biasanya dilakukan pada wanita yang memiliki beberapa faktor risiko untuk kanker payudara.

Sumber gambar : www.soepeno.web.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY