Testis Nyeri Setelah Masturbasi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Beberapa pendapat mengatakan bahwa masturbasi memiliki manfaat bagi kesehatan, namun apa yang terjadi jika mastrubasi sudah menjadi kebiasaan dan membuat seseorang kecanduan? Masturbasi sendiri adalah aktivitas seksual non penetrasi yang biasa dilakukan oleh pria maupun wanita.

Apa yang terjadi pada saat melakukan mastrubasi sama seperti seseorang yang sedang mengonsumsi narkoba, yaitu saat seseorang mengalami orgasme, otak akan mengeluarkan hormon dopamin yang membuat tubuh merasa nyaman dan rileks.  Efek kecanduan muncul karena semakin sering melakukan masturbasi maka dopamin semakin sering dikeluarkan sehingga tubuh selalu meminta jika dalam seminggu atau sebulan tidak mendapatkan asupan dopamin.

Pria yang terlalu sering melakukan masturbasi menyebabkan kecanduan, bahkan membuat mereka gelisah jika sehari saja tidak melakukannya. Hal ini dapat bertambah buruk jika masturbasi tidak dikendalikan dengan tepat. Terlalu sering melakukan masturbasi dapat menyebabkan penis terasa linu. Seorang pria yang melakukan masturbasi terus-menerus dapat mengalami kondisi menyerupai pembengkakan pada penis yang disebut edema, hal itu disebabkan oleh penumpukan cairan.

Masturbasi yang dilakukan dengan frekuensi tinggi dengan kasar dapat menyebabkan iritasi kulit ringan. Menekuk penis yang sedang ereksi secara paksa juga dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah sehingga membuat penis tampak bengkak dan berwarna ungu. Beberapa kasus bahkan menyebabkan testis yang terasa sakit setelah melakukakan masturbasi. Sakit pada testis ini dapat terjadi setelah ejakulasi bahkan setelah masturbasi. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai penyebab.

Kenapa testis bisa terasa nyeri setelah masturbasi ?

Alangkah baiknya jika Anda mengetahui terlebih dahulu bagaimana proses ejakulasi yang terjadi saat masturbasi. Ejakulasi adalah proses air mani dilepaskan dari penis, sering disertai dengan orgasme. Ejakulasi memiliki dua tahap, yaitu emisi dan ejakulasi. Sperma melewati saluran ejakulasi bercampur dengan cairan dari kelenjar untuk membentuk semen yang melewati uretra saat ejakulasi. Selama ejakulasi berlangsung, otot bulbospongiosus terkontraksi secara berirama.

Rasa sakit setelah masturbasi sering membuat khawatir, namun tidak terlalu serius. Umumnya rasa sakit bukan hasil dari testis tetapi dari kontraksi otot bulbospongiosus yang dapat mengejang saat ejakulasi. Nyeri dari kejang semacam ini akan terwujud saat ejakulasi dan dapat bertahan untuk waktu singkat sebelum mereda.

Masturbasi yang terlalu sering biasanya menimbulkan nyeri semacam ini. Ejakulasi berulang selama periode waktu singkat dapat menyebabkan otot bulbospongiosus menjadi kram, seperti yang terjadi pada otot-otot lain. Salah satu cara untuk membantu meringankan nyeri dan kram ini adalah meningkatkan aliran darah ke otot. Otot nyeri dan kram bisa disebabkan karena kekurangan oksigen. Meningkatkan aliran darah dapat membantu meringankan rasa nyeri tersebut. Tidur dengan kaki terentang dapat membantu meningkatkan aliran darah dan mengurangi rasa nyeri setelah masturbasi.

Jika rasa sakit yang dialami berlangsung lama, disarankan Anda segera berkonsultasi dengan dokter. Terkait nyeri testis dengan ditemukannya benjolan di daerah tersebut, dikhawatirkan gejala pertumbuhan sejenis kanker dan harus diperiksa oleh ahilnya.

Masturbasi memang termasuk aktivitas yang normal. Namun jika terlalu sering melakukannya dapat menjadi gejala gangguan tidak lazim yang dapat membahayakan kesehatan dan kehidupan seksual Anda bersama pasangan. Menghindari masturbasi berlebihan adalah cara paling efektif untuk mencegah terjadinya nyeri pada testis dan efek negatif lainnya. Disarankan bagi Anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika terjadi kondisi yang menggangu diri dan kesehatan Anda.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY