Testosteron Rendah Dan Depresi

SehatFresh.com – Testosteron rendah (low T) dapat menyebabkan beberapa perubahan dalam hidup baik itu secara fisik mau pun emosional. Yang paling umum dikaitkan dengan hal ini adalah menurunnya gairah seksual. Selain itu, depresi, kecemasan, mudah marah, dan perubahan mood lainnya juga terkait dengan testosterone rendah. Para ilmuwan belum sepenuhnya yakin mengapa penurunan kadar testosteron menyebabkan depresi, tapi tampaknya ada korelasi antara keduanya.

Meskipun tidak sepenuhnya dipahami, hubungan antara testosteron dan berbagai masalah kesehatan adalah salah satu yang paling menarik terkait isu kesehatan pria. Depresi adalah salah satu masalah kesehatan yang dikaitkan dengan kadar testosteron rendah. Pria dengan testosteron rendah ditemukan menjadi lebih mungkin untuk memiliki atau mengembangkan depresi, dan pria dengan depresi lebih mungkin untuk memiliki kadar testosteron yang rendah.

Pria dari segala usia dapat menderita testosteron rendah, tapi lebih umum pada orang dewasa yang lebih tua. Salah satu hal yang kerap membingungkan adalah gejala testosteron rendah seringkali muncul seperti gejala depresi. Ketika pria memiliki kadar testosteron rendah, mereka sering mengalami kelelahan, lekas marah dan dorongan seks menurun. Gejala tersebut juga merupakan gejala umum dari depresi.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2004 berusaha untuk menjelaskan lebih lanjut tentang hubungan ini dan untuk membantu profesional medis menjadi lebih jelas apakah testosteron rendah benar-benar merupakan sebuah faktor risiko untuk depresi. Penelitian ini dipimpin oleh Dr Molly M. Shores, dan melibatkan 278 pria di atas usia 45 untuk jangka waktu empat tahun. Pada akhir penelitian, Dr. Shores dan tim penelitiannya menemukan bahwa pria yang memiliki kadar testosteron rendah empat kali lebih mungkin didiagnosis dengan depresi klinis dibandingkan pria yang memiliki kadar testosteron normal.

Ada beberapa penjelasan mengapa depresi memengaruhi pria dengan testosteron rendah. Salah satu kemungkinannya adalah bahwa beberapa gejala testosteron rendah seperti mudah marah dan penurunan gairah seks, dapat berkembang menjadi depresi karena hal tersebut menyebabkan suasana hati seseorang “menderita”. Sebuah studi dari testosteron rendah pada tikus menunjukkan kemungkinan lain bahwa kadar testosteron sebenarnya secara langsung memengaruhi tingkat serotonin dalam otak. Serotonin adalah hormon alami lain yang paling banyak berperan membantu mengatur suasana hati.

Semakin seseorang bertambah tua, kemampuan menyerap serotonin yang diproduksi tubuh semakin menurun. Jika testosteron rendah menurunkan kadar serotonin, hal ini seakan membantu menjelaskan mengapa testosteron rendah pada pria yang lebih tua tampaknya menempatkan mereka pada risiko yang lebih tinggi terhadap depresi.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY