Testosteron Rendah Pria Sering Berkeringat Malam

SehatFresh.com – Hot flashes dan berkeringat di malam hari sering dikaitkan dengan ketidakseimbangan hormon pada wanita, terutama menjelang dan saat menopause. Namun, menopause bukanlah satu-satunya penyebab berkeringat di malam hari, dan berkeringat di malam hari juga dapat terjadi pada pria. Berkeringat di malam hari pada pria dapat dikaitkan dengan kadar hormon, terkait dengan testosteron rendah. Tapi, keringat malam juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, beberapa diantaranya mungkin serius. Sebelum Anda menganggap bahwa berkeringat di malam hari disebabkan oleh testosteron rendah, penting untuk mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter.

Meski tidak sepenuhnya dipahami, kelenjar hipotalamus diduga berperan antara keringat malam dan testosteron rendah. Terletak di otak, hipotalamus bertanggung jawab untuk memproduksi hormon seperti testosteron. Hipotalamus berperan dalam menjaga sistem tubuh yang seimbang, termasuk mengatur suhu tubuh. Ketika kadar testosteron rendah, otak dapat mengirim sinyal untuk meningkatkan lebar pembuluh darah, yang menyebabkan suhu tubuh meningkat. Tubuh kemudian merespon dengan keringat.

Untuk beberapa orang, gejala keringat malam bisa menjadi salah satu tanda pertama terkait testosteron rendah. Rendah. Tapi tidak semua kasus berkeringat di malam hari pada pria dikaitkan dengan masalah testosteron. Karena, berkeringat di malam hari dapat menjadi tanda kondisi medis yang lebih serius. Anda perlu ke dokter untuk memastikan kemungkinan lain seperti kelelahan adrenal, kecemasan, kelenjar tiroid terlalu aktif, sleep apnea dan kanker prostat.

Olahraga teratur merupakan cara alami yang dapat meredakan masalah keringat malam. Namun, hanya dokter yang benar-benar dapat mendiagnosa dan mengobati penyebab maslaah ini. Berkeringat di malam hari terkait dengan testosteron rendah akan mereda setelah masalah testosteron diobati. Pada saat yang sama, gejala lainnya juga menghilang, juga. Jika Anda terus berkeringat di malam hari secara teratur meskipun sudah mendapat terapi hormon, saatnya untuk memeriksakannya lagi ke dokter. Anda mungkin menerima bentuk pengobatan lain atau dievaluasi untuk kondisi medis lainnya. Penting untuk mendiskusikan risiko jangka panjang dari terapi testosteron dengan dokter. Dokter dapat membantu menentukan apakah ini adalah pilihan terbaik bagi Anda.

Sumber gambar : nusehat.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY