Testosteron tinggi pada Wanita

SehatFresh.com- Pada pria dan wanita, hormon testosteron sangat diperlukan agar fungsi seksual dapat berjalan normal. Meski testosteron lebih dikenal sebagai hormon seks pria, tetapi hormon tersebut juga diproduksi ovarium wanita namun dalam jumlah yang lebih sedikit. Tanpa testosteron, wanita tidak dapat mensintesis estrogen. Tingkat testosteron berpengaruh pada banyak fungsi fisiologi tubuh termasuk kelenjar adrenal, kelenjar tiroid, sistem reproduksi, kulit, rambut dan suara. Keadaan hormon dalam tubuh dapat menjadi tidak seimbang di mana seorang wanita mungkin kadar testosteron yang tinggi sehingga menunjukkan beberapa gejala yang khas.

Kadar testosteron tinggi pada wanita (hiperandrogenisme) dapat disebabkan oleh beberapa gangguan, termasuk penyakit adrenal, sindrom ovarium polikistik (SOPK) dan sindrom Cushing. Sindroma ovarium polikistik adalah masalah reproduksi yang paling umum pada wanita usia subur. Dalam hal ini, ovarium menghasilkan terlalu banyak androgen, termasuk testosteron.

Kadar testosteron yang tinggi pada wanita dapat menyebabkan jerawat, peningkatan rambut wajah dan tubuh serta meningkatkan produksi insulin. SOPK menyebabkan banyak kista kecil atau benjolan di dalam ovarium, yang dapat mengakibatkan sakit perut dan menstruasi yang tidak teratur. SOPK disebabkan oleh hormon di otak dan ovarium, yang bertindak sebagai pembawa pesan kimia yang memberitahu tubuh ketika ovulasi, menstruasi dan pertumbuhan rambut. Sel-sel kulit dan folikel rambut sangat sensitif terhadap kenaikan sedikit kadar testosteron wanita. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya jerawat dan bulu halus pada wajah.

Tingginya kadar testosteron juga dicurigai membuat wanita dapat mengembangkan kondisi yang dikenal sebagai virilisasi. Wanita dengan virilisasi cenderung menonjolkan karakteristik maskulin, seperti banyaknya rambut dan bulu halus pada wajah dan tubuh, serta kebotakan di kulit kepala. Menurut American Association of Clinical, sekitar 15 persen wanita mengalami kerontokan rambut seperti yang dialami pria, di mana penyebabnya karena mereka mengalami kelebihan androgen, termasuk testosteron.

Komplikasi potensial lainnya dari kadar testosteron tinggi pada wanita adalah depresi dan peningkatan agresi. Untuk memahami pentingnya testosteron, menunjukkan bahwa dalam waktu 24 jam setelah hisrektomi total, tingkat testosteron dalam darah wanita bisa menurun hingga 70 persen. Hal ini dapat mengakibatkan osteoporosis, penurunan libido, hubungan seksual yang menyakitkan dan peningkatan lemak tubuh.

Dari sisi psikologis, kelebihan hormon testosteron dapat meningkatkan kerentanan wanita terhadap depresi. Tingginya tingkat testosteron dapat meningkatkan sekresi hormon stres dari kelenjar adrenal. Hal ini mengakibatkan peningkatan aktivitas amigdala (bagian otak yang bertanggung jawab untuk mendeteksi rasa takut dan mempersiapkan diri untuk kejadian darurat) dan penurunan kadar serotonin. Selain itu, tingkat testosterone yang tinggi juga dapat membuat wanita cenderung bersikap tidak mudah percaya (skeptis) dibanding wanita dengan kadar testosteron rendah. Dalam hal ini, hormon testosteron berfungsi sebagai penyeimbang oksitosin, yaitu hormon yang terlibat dalam ikatan sosial manusia dan ikatan kepercayaan terhadap orang lain.

Jika Anda menduga mungkin memiliki tingkat testosteron tinggi, maka segeralah lakukan pemeriksaan. Tes darah akan lebih akurat jika sampel diambil di pagi hari, 08:00-10:00, ketika testosteron biasanya pada tingkat tertinggi. Hormon seks ini berfluktuasi sepanjang hari. Anda juga sebaiknya tidak melakukan tes saat menstruasi dan harus menunggu setidaknya delapan hari setelah dimulainya periode. Bagaimana pun, bila Anda merasa ada sesuatu yang salah dengan diri Anda, segera konsultasikan dengan dokter agar segera mengetahui penyebab pastinya.

sumber gambar: www.keren.web.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY