Tifus Berulang pada Pria

SehatFresh.com – Tidak hanya pada anak-anak, orang dewasa juga cukup sering terkena tifus. Dalam medis, penyakit tifus disebut dengan demam tifoid (typhoid disease). Tifus disebabkan oleh infeksi bakteri yang dinamakan Salmonella typhi. Bakteri tersebut masuk ke dalam saluran pencernaan dan bisa masuk ke dalam peredaran darah umumnya melalui makanan yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut.

Tanda dan gejala tifus berkembang secara bertahap dan sering muncul satu sampai tiga minggu setelah terpapar bakteri. Setelah tanda dan gejala muncul, Anda mungkin mengalami demam yang meningkat hingga 40,5ºC, sakit kepala, kelemahan, kelelahan, nyeri otot, berkeringat, batuk kering, penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, sakit perut, diare, ruam, dan pembengkakan perut. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi penderita tifus dapat memburuk dalam beberapa minggu. Bahkan, pemulihannya mungkin memakan waktu hingga hitungan bulan.

Penyakit tifus tidak bisa diremehkan. Tifus yang tidak diobati dapat menyebabkan peradangan otot jantung yang menyebabkan masalah jantung dalam jangka panjang. Tifus juga dapat menyebabkan infeksi pada selaput dan cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, mengarah ke penyakit meningitis, serta menyebabkan infeksi pada ginjal dan kandung kemih yang menyebabkan gagal ginjal. Bahkan, tifus yang tidak diobati juga dapat menimbulkan komplikasi masalah kejiwaan seperti delirium, halusinasi, dan paranoia dalam jangka panjang.

Meskipun kondisi membaik dan merasa sembuh, orang-orang yang telah terinfeksi tifus bisa mengalami kekambuhan karena beberapa faktor. Faktor yang paling sering ialah karena pengobatan yang tidak tuntas. Tifus diobati dengan antibiotik. Gejala tifus dapat muncul kembali jika pengobatan antibiotik tidak tuntas. Selain itu, beberapa orang yang sembuh dari penyakit tifus dapat terus membawa bakteri di dalam aliran darah dan organ tubuhnya. Orang-orang tersebut disebut pembawa tifus (typhoid carries). Pembawa tifus lebih mungkin mengalami tifus berulang karena bakteri penyebab tifus sudah ada dalam tubuh mereka.

Pasien yang gagal untuk menyelesaikan pengobatan antibiotik dapat menjadi resisten terhadap antibiotik sehingga membutuhkan antibiotik yang lebih kuat. Maka penderita tifus harus menuntaskan semua dosis antibiotik yang diresepkan untuk tifus meskipun penderita sudah merasa lebih baik dalam beberapa hari setelah minum antibiotik.

Berikut adalah beberapa hal penting dalam pemulihan tifus guna mencegah tifus berulang maupun mencegah penularannya:

  • Menuntaskan pengobatan antibiotik sesuai dosis dan waktu yang ditentukan oleh dokter.
  • Mencuci tangan secara teratur. Ini adalah hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyebaran infeksi kepada orang lain. Gunakan sabun, lalu gosok tangan secara menyeluruh minimal 30 detik. Pastikan untuk menggosok punggung tangan, sela-sela jari, dan bagian bawah kuku, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.
  • Jangan menyentuh atau menangani makanan. Hindari menyiapkan makanan untuk orang lain sampai dokter mengatakan benar-benar sembuh. Jika Anda bekerja di industri makanan atau fasilitas perawatan kesehatan, Anda tidak diizinkan untuk kembali bekerja sampai tes menunjukkan Anda tidak lagi berpotensi menularkan bakteri tifus.
  • Pastikan makanan yang Anda makan dibersihkan sebelum dimasak dan dimasak sampai benar-benar matang.
  • Ketika tubuh terasa kurang prima atau kurang fit, hindari membeli sembarangan makanan. Anda tidak mengetahui secara pasti kebersihan dalam penanganan dan pengolahan makanan tersebut. Pada dasarnya, penyakit akan lebih mudah menyerang saat kondisi tubuh kurang baik.

Sumber gambar : –

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY