Tiga Jenis Utama Gangguan Mood

SehatFresh.com – Gangguan mood atau gangguan afektif merupakan kumpulan dari penyakit kejiwaan. Tingkat keparahannya dapat berkisar dari ringan sampai parah. Tiga jenis utama dari gangguan afektif adalah depresi, gangguan bipolar, dan gangguan kecemasan.

Depresi

Depresi, atau gangguan depresi mayor, ditandai dengan perasaan sedih dan keputusasaan yang ekstrim. Ini lebih dari perasaan sedih yang berlangsung satu atau dua hari. Jika Anda memiliki depresi, Anda mungkin mengalami episode yang berlangsung selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu. Rasa sedih berkepanjangan, kurang energi, perubahan kebiasaan makan dan tidur dan nyeri fisik tanpa sebab yang jelas adalah beberapa gejala yang berkaitan dengan depresi.

Gangguan bipolar

Gangguan bipolar berarti memiliki periode depresi, dan periode mania. Mania adalah ketika Anda merasa sangat positif dan aktif, tapi mania juga menyebabkan mudah marah, agresif, impulsif dan bahkan delusi. Ada berbagai jenis bipolar, dan diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan depresi dan mania, serta seberapa sering perubahan suasana hati terjadi.

Gejala utama gangguan bipolar adalah perubahan suasana hati yang tidak biasa atau kronis. Selama depresi, gejalanya mirip dengan gangguan depresi mayor. Selama mania, gejalanya meliputi kurang tidur, perasaan percaya diri berlebih, mudah marah, agresi, impulsif hingga halusinasi.

Gangguan kecemasan

Ada beberapa jenis gangguan kecemasan. Semuanya ditandai dengan perasaan gugup, gelisah, dan bahkan ketakutan.

  • Kecemasan sosial: kecemasan yang disebabkan olehsituasi sosial
  • Gangguan stres pasca-trauma: kecemasan, ketakutan, dankilas balikyang disebabkan olehperistiwa traumatis
  • Gangguan kecemasan umum: kecemasandan ketakutansecara umum, dengan tidak adapenyebab tertentu
  • Gangguan panik: kecemasanyang menyebabkanserangan panik
  • Gangguan obsesif-kompulsif: pikiran obsesifyang menyebabkankecemasan dantindakan kompulsif

Penyebab gangguan afektif belum sepenuhnya dipahami. Namun, para ahli meyakini hal ini berkaitan dengan neurotransmiter, yaitu zat kimia otak yang memainkan peran utama dalam memengaruhi suasana hati. Ketika terjadi ketidakseimbangan neurotransmiter, atau pengiriman sinyal di otak tidak berjalan dengan benar, gangguan mood terjadi. Apa yang menyebabkan ketidakseimbangan ini belum diketahui secara pasti.

Peristiwa kehidupan dapat memicu gangguan mood. Peristiwa traumatis atau kehilangan seseorang dapat menyebabkan depresi atau gangguan mood lainnya, tapi mungkin tidak permanen. Penggunaan alkohol dan obat-obatan juga bisa menjadi penyebabnya. Faktor genetik juga telah dikaitkan dengan hal ini. Jika seseorang dalam keluarga pernah menderita salah satu dari gangguan mood, Anda memiliki lebih besar mengalami kondisi yang sama.

Seorang psikiater atau profesional kesehatan mental lainnya dapat mendiagnosis gangguan mood. Ini bisa diketahui melalui evaluasi kejiwaan. Gangguan mood akan sangat mengganggu kehidupan jika dibiarkan. Pengobatan umumnya melibatkan obat dan psikoterapi. Dengan perawatan yang tepat, mereka dengan gangguan mood bisa mendapatkan kembali kehidupan yang normal.

Sumber gambar :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY