Tiga Kunci Mempertahankan Kehamilan Yang Sehat

SehatFresh.com – Kesehatan calon ibu yang baik adalah kunci kehamilan yang sehat. Ibu hamil yang makan dengan baik dan berolahraga secara teratur serta rutin melakukan perawatan kehamilan lebih kecil kemungkinannya mengalami komplikasi selama kehamilannya serta lebih mungkin untuk dapat melahirkan bayinya secara normal dan sehat. Kunci kehamilan sehat itu sendiri secara menyeluruh mencakup pola hidup sehat, yang berkaitan dengan nutrisi, aktifitas fisik serta kebiasaan terkait gaya hidup.

  1. Asupan nutrisi tercukupi
    Apa yang ibu makan selama kehamilan akan berdampak besar pada kesehatan bayi yang dikandungnya. Diet bergizi secara langsung terkait dengan peningkatan peluang berat lahir normal, meningkatkan perkembangan otak janin serta mengurangi risiko berbagai cacat lahir. Pola makan seimbang juga akan mengurangi risiko komplikasi kehamilan seperti anemia serta meminimalkan morning sickness, kelelahan, dan gejala kehamilan yang tidak menyenangkan lainnya.
    Meski sebagian besar nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan harus berasal dari makanan, suplemen vitamin prenatal juga memainkan peran penting. Tidak jarang banyak wanita hamil yang terlalu sibuk sehingga tidak sempat merencanakan makan penuh nutrisi tiga kali setiap hari, sehingga suplemen vitamin dapat memberikan nutrisi tambahan yang dibutuhkan ibu dan janin. Namun, sangat penting untuk berbicara dengan dokter Anda sebelum mengambil suplemen apa pun selama kehamilan.
    Sangat penting juga untuk menjaga berat badan yang sehat selama kehamilan. Jika berat badan ibu berada di kisaran normal sebelum hamil, kenaikan berat badan 25-35 pon (sekitar 11-15 kg) sangat dianjurkan. Sangat penting bagi seorang wanita untuk membahas serta memantau berat badan dan kebutuhan gizi dengan dokter selama kehamilan. Rekomendasi kenaikan berat badan akan bervariasi untuk wanita yang berat badannya kurang sebelum hamil, bagi mereka yang mengalami obesitas, dan bagi mereka dengan kehamilan kembar.
  2. Olahraga teratur
    Melakukan orolahraga 30 menit sehari terbukti untuk membantu sirkulasi, memperkuat otot, dan mengurangi stres. Namun, penting untuk berbicara dengan dokter Anda sebelum memulai rezim latihan apapun, terutama jika kehamilan ibu termasuk kategori risiko tinggi.
    Ada banyak latihan yang dirancang khusus untuk wanita hamil yang membantu untuk membangun kekuatan, memperbaiki postur tubuh dan keselarasan, dan meningkatkan sirkulasi dan pernapasan yang lebih baik. Latihan aerobik, seperti berjalan dan berenang dapat membantu meningkatkan sirkulasi, dan meningkatkan kekuatan otot.
  3. Hentikan kebiasaan buruk
    Pilihan gaya hidup sehat akan berdampak langsung terhadap kesehatan janin yang ibu kandung. Sangat penting untuk menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol. Hal ini dikarenakan kebiasaan tersebut telah dikaitkan dengan komplikasi serius dan risiko bagi ibu dan bayi.
    Minum alkohol selama kehamilan dikaitkan dengan berbagai masalah pada janin. Alkohol yang dikonsumsi oleh ibu memasuki aliran darah janin di sekitar konsentrasi yang sama seperti dalam aliran darah ibu. Minum berat selama kehamilan dapat mengakibatkan fetal alcohol syndrome (FAS) yang dapat mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan rendah hingga cacat mental.
    Sementara itu, merokok adalah penyebab paling umum bayi memiliki berat lahir rendah, yang pada gilirannya merupakan penyebab paling umum kematian dan penyakit dalam beberapa minggu pertama kehidupan bayi. Merokok juga terkait dengan berbagai komplikasi kehamilan seperti pendarahan vagina yang hebat dan kelahiran prematur.
    Agar kondisi kehamilan terpantau dengan baik, ibu tidak perlu ragu untuk selalu berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan. Hal ini penting guna memastikan kesehatan ibu dan janin tetap terjaga serta meminimalkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan.

Sumber gambar : tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY