Tindakan Sebelum Memakai Pakaian Baru

SehatFresh.com – Banyak orang langsung memakai pakaian yang baru dibeli. Memang, pakaian baru terlihat rapi dan bersih, tapi tidak seperti kelihatannya. Mengenakan pakaian baru sebelum mencucinya terlebih dahulu dapat memicu reaksi alergi terutama pada anak-anak dan orang dewasa dengan kulit sensitif. Ini dikarenakan banyak bahan kimia yang digunakan dalam proses pembuatan pakaian dan bahan kimia tersebut juga meningkatkan risiko penyakit lainnya.

Pakaian baru memiliki bau khas pabrik. Bau tersebut merupakan campuran dari berbagai zat pewarna tekstil, zat pemutih dan bahan kimia lainnya. Kain dari pakaian yang Anda beli melewati proses yang panjang, mulai dari proses pemintalan benang, proses pembuatan kain, proses pewarnaan tekstil, proses pemotongan kain, proses penjahitan, proses pengemasan, hingga proses pengiriman. Semua proses tersebut meninggalkan berbagai zat kimia yang berpotensi memicu reaksi alergi pada kulit terutama pada anak-anak dan orang yang memiliki kulit sensitif.

Menurut temuan dari Stockholm University, proses pembuatan kain untuk pakaian menggunakan bahan kimia yang menyisakan racun berbahaya. Bahkan, pencucian pun belum tentu bisa menghilangkan semua bahan kimia tersebut. Pada analisis awal, sebanyak 60 pakaian di Swedia diketahui menggunakan banyak bahan kimia beracun dalam proses pembuatannya. Bahkan, pakaian dengan label bahan katun organik pun dicurigai menggunakan bahan kimia yang tidak jauh berbeda.

Menurut temuan lain dari pakar dermatologi Columbia University Medical Center, Donald Belsito, telah ditemukan kasus kutu yang mungkin ditularkan dari mencoba pakaian di dalam toko dan ada penyakit menular tertentu yang dapat ditularkan melalui pakaian. Pasalnya, ruang ganti merupakan tempat berkembang biaknya bakteri, kutu, dan jamur.

Masih dari hasil temuan yang sama, terdapat dua pemicu alergi (alergen) pada pakaian baru, yaitu pewarna dan resin formaldehida. Keduanya sama-sama berpotensi memicu reaksi alergi. Sebagian besar bahan pakaian ditemukan menggunakan pewarna azo-aniline yang berpotensi memicu reaksi kulit yang parah pada beberapa orang tertentu. Pada beberapa lainnya, reaksi alergi terhadap pewarna ini mungkin tidak terlalu parah, tapi tetap saja mengakibatkan kulit meradang, kering dan timbul bercak kulit yang terasa gatal.

Banyak pabrik menggunakan bahan kimia yang dimasukkan ke dalam tas atau kotak pengemas pakaian guna menjaga kelembaban dan mencegah pertumbuhan jamur. Meski demikian, jamur tetap bisa tumbuh sementara waktu. Salah satu bahan kimia yang digunakan untuk mencegah jamur, yaitu dimetil fumarat, berpotensi menyebabkan reaksi alergi kulit yang parah.

Pakaian baru juga merupakan sarang bakteri. Banyak pakaian baru yang dipajang di toko. Setiap harinya, banyak orang yang mencoba pakaian-pakaian di tersebut, tapi tidak membelinya. Setiap orang yang mencoba pakaian tersebut meninggalkan banyak hal, terutama keringat dan bakteri. Bahkan bila dirunut lebih jauh, banyak tangan yang sebelumnya menyentuh pakaian tersebut, mulai dari karyawan pabrik yang memproduksinya, orang yang mengemas dan mengirimnya, hingga orang yang memajangnya di toko pakaian.

Penting untuk memerhatikan beberapa hal di bawah ini sebelum memakai pakaian baru Anda:

  • Saat membeli pakaian baru, mintalah pakaian yang benar-benar baru dan belum dicoba. Pakaian yang dipajang umumnya telah dicoba banyak calon pembeli.
  • Cuci pakaian baru dengan direndam setidaknya satu jam menggunakan deterjen antibakteri. Bahkan, bila perlu cuci hingga dua kali.
  • Jika memungkinkan, rendam pakaian baru dengan air panas.
  • Ketika mencuci pakaian baru, bersihkan dengan menyikat atau mengucek bagian lipatan leher, ketiak, paha dalam, dan lipatan pakaian lainnya. Bagian lipatan biasanya menjadi sarang bakteri.

Sumber gambar : id.aliexpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY