Tingkat Keamanan Pemberian Vaksin Difteri pada Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit difteri merupakan kelompok penyakit infeksi akut yang menyerang saluran pernapasan atas. Menurut Andareto dalam bukunya yang berjudul Penyakit Menular di Sekitar Anda, penyakit difteri ini sering kali terjadi pada anak-anak dengan bagian terbanyak yang diserang adalah daerah tonsil, faring, hingga laring, ketiganya merupakan bagian dari saluran pernapasan bagian atas.

Namun, tidak semua penyakit infeksi ini menyerang pada anak-anak, orang dewasa pun dapat terkena penyakit difteri tak terkecuali wanita yang sedang hamil. Salah satu cara untuk mencegah terinfeksinya penyakit difteri, pemerintah Indonesia berupaya dengan mengeluarkan kebijakan untuk program vaksinasi.

Bayi yang baru lahir biasanya sudah mendapatkan program imunisasi vaksin DPT (diphteri, pertusis, dan toksoid) selama beberapa kali. Anak akan mendapatkan imunisasi ulang atau yang biasa disebut dengan ORI (Outbreak Response Immunization) untuk menanggulangi penyebaran penyakit difteri, sehingga tidak aneh apabila anak banyak mendapat program vaksinasi ulang.

Prinsip imunisasi ulang atau ORI sendiri diterapkan juga pada masa kehamilan. Karena kondisi tubuh wanita hamil rentan mengalami penurunan daya tahan tubuh, akhirnya pemerintah juga mengadakan program pemberian vaksin difteri yang biasa disebut dengan vaksin Td atau Tdap kepada ibu hamil secara berkala. Ibu hamil secara khusus mendapat perhatian dalam pemberian vaksin Td/Tdap, tingkat keamanannya pun sudah teruji dan sejauh ini dapat menekan angka kejadian infeksi penyakit difteri di Indonesia.

Vaksin Tdap yang digunakan untuk wanita hamil mengandung toksoid yang sudah nonaktif yang berasal dari tetanus dan difteri, serta antigen pertusis. Vaksin ini bersifat aman untuk ibu hamil karena di dalamnya tidak terdapat virus yang  hidup. Vaksin difteri berbeda jenisnya dengan vaksin jenis MMR, shingles, atau polio. Vaksin tersebut justru memiliki kandungan virus yang nantinya akan memberikan efek kurang baik pada ibu hamil.

Vaksin difteri merupakan salah satu vaksin yang dibolehkan untuk diberikan kepada ibu hamil karena mengandung virus yang sudah nonaktif. Namun, ibu tetap harus berkonsultasi dengan dokter atau petugas kesehatan terkait. Indonesia sendiri melalui petugas kesehatan untuk memberikan vaksin Td/Tdap pada para ibu hamil sesuai dengan jadual.

Jadual pemberian vaksin difteri sendiri memiliki ketentuan yang harus dipatuhi, diantaranya adalah diberikan pada ibu hamil yang sudah memasuki trimester ke-2 dan 3. Alasan mengapa hal tersebut dilakukan adalah karena pada trimester pertama kondisi janin masih belum kuat, sehingga pemberian vaksin difteri paling aman adalah apabila masa kehamilan sudah mencapai trimester ke-2 atau 3.

Ketentuan dosis yang diberikan pada ibu hamil harus berdasarkan saran dokter, namun biasanya untuk ibu hamil disamakan dosisnya dengan ukuran usia dewasa yakni 0,5 ml. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here