Tingkatan Disfungsi Ereksi yang Harus Diwaspadai

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kejantaan seorang pria erat hubungannya dengan kemampuan seksologinya, maka tidak heran jika ini menjadi hal yang sangat sensitif bagi mereka. Kemampuan memuaskan pasangan menjadi salah satu pencapaian yang menjadi ukuran aktivitas biologis tersebut. Tidak hanya berupa efek secara fisik tetapi juga psikologis, hal ini juga berkaitan dengan kepuasannya secara pribadi. Disfungsi seksual menjadi hal yang dicemaskan oleh siapa saja, begitu pula kaum pria salah satu disfungsi seksual itu berupa gangguan ereksi. Setiap pria memiliki resiko untuk mengalami disfungsi ereksi dengan skala yang berbeda- beda. Sebagai dampak dari gangguan ini tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri tetapi juga pasangannya.

Membahas tentang tingkatan dari difungsi ereksi dapat dilihat dari seberapa parah hal tersebut memberi gangguan terhadap aktivitas seksologinya. Dua tingkatan dari disfungsi ereksi yang harus diketahui adalah:

  1. Disfungsi ereksi ringan

Kondisi ini terjadi dengan berbagai faktor yang dapat menjadi pemicunya, baik dari internal maupun eksternal. Disfungsi ereksi ringan yang terjadi pada pria diantaranya penis lembek didalam vagina, penis keras hanya saat foreplay, penis langsung lembek sesaat setelah mengeluarkan sperma.

  1. Disfungsi ereksi berat

Pada tingkat ini yang terjadi sudah lebih berat diantarnya penis tidak mampu mengeras atau ereksi gagal sehingga tidak dapat melakukan penetrasi. Tidak ada lagi proses penetrasi normal di pagi hari, tidak dapat ereksi bahkan saat masturbasi.

Bagi seorang pria hal –hal tersebut pastilah akan sangat menyakiti harga dirinya, itulah sebabnya sebagian besar pria malu untuk mengatakan atau bahkan pergi untuk berkonsultasi kesehatan berkaitan dengan hal tersebut. Oleh karena itu sebagai pasangan para wanitanya harus menjadi lebih peka terhadap hal tersebut bahkan ketika tanda- tandanya masih sangat samar-samar untuk mengajaknya berkonsultasi. Dan yang paling penting adalah dukungan secara psikis dapat menjadi bantuan bagi mereka menghadapai kondisi tersebut.

Beberapa terapi untuk menyembuhkan disfungsi ereksi dapat dilakukan diantaranya adalah terapi dengan herbal maupun obat kimiawi serta beberapa latihan fisik. Mengingat hal ini dapat terjadi pada siapapun maka sebaiknya melakukan langkah pencegahan. Untuk mengurangi resiko terjadinya disfungsi ereksi pada seorang pria maka tips berikut ini sangat tepat untuk dapat dilakukan:

  1. Hindari masturbasi berlebih, hal ini berkaitan dengan kondisi syaraf- syaraf pada penis jika terlalu sering dilakukan masturbasi maka sama hal nya dengan memaksanya ereksi pada saat itu juga, sehingga ada kemungkinan munculnya gangguan syaraf
  2. Jadwalkan aktivitas seksual yang sehat 2-3 kali dalam seminggu
  3. Jaga kebersihan penis
  4. Hindari penggunaan obat kuat
  5. Menjaga pola makan dan juga aktivitas seperti lakukan olah raga teratur

Melakukan upaya kesehatan seksual dimulai dari aktivitas sehari-hari dan juga hal yang sederhana dapat mengurangi resiko terjadinya disfungsi ereksi. Sehingga keharmonisan rumah tangga akan terjaga begitu juga dengan kebutuhan seksologi sudah dapat dipastikan terpenuhi dengan tepat dan sehat. (WDA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY