Tingkatkan Ibadah pada Anak dengan Pesantren Kilat

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan peluang untuk mencapai keberhasilan serta kemuliaan. Sepatutnyalah kita tidak menyia-nyiakan kesempatan emas yang dibuka Allah SWT pada setiap tahun sekali ini. Kita harus menggunakan sebaik-baiknya bulan Ramadhan ini untuk memperbanyak ibadah dan pengetahuan keagamaan.

Salah satu kegiatan positif yang dapat memperdalam ilmu-ilmu agama di bulan Ramadhan ini adalah pesantren kilat. Pesantren Kilat Ramadhan pada hakekatnya adalah kegiatan yang dirancang seperti layaknya pondok pesantren yang membina santri-santrinya. Tujuan dari pesantren kilat ramadhan adalah untuk mengembangkan kecerdasan spiritual pada siswa dengan didampingi oleh guru pembimbing.

Harapannya agar para siswa dapat menjadi muslimin dan muslimat yang bertaqwa kepada Allah SWT. Kegiatan pesantren kilat ini sudah seharusnya menjadi agenda tahunan di sekolah-sekolah saat Ramadhan tiba. Kegiatan ini tidak hanya diisi materi yang berkaitan dengan soal keagamaan, tetapi juga soal pengenalan lingkungan, baik lingkungan alam sekitar, pergaulan, maupun hal-hal lain yang penting untuk diketahui atau dimengerti dalam kehidupan atau pergaulan sehari-hari.

Manfaat lainnya mengikuti pesantren kilat adalah selain mendapatkan ilmu agama dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusus juga memperoleh banyak pengalaman berharga misalnya, berlatih mandiri, rasa sosial dan setia kawan jadi lebih meningkat, serta memupuk rasa kebersamaan. Sesuai namanya, pesantren kilat digelar dalam waktu singkat, biasanya sekitar seminggu.

Namun, keterbatasan waktu itu tidak disia-siakan pelajar dan anak-anak untuk berbondong-bondong datang ke masjid atau ke sekolah untuk menuntut ilmu agama lebih intensif dibandingkan dengan hari biasa di bulan lain. Adapun hal-hal yang membuat orangtua memasukkan anaknya ke pesantren kilat ramadhan antara lain :

  1. Orang tua yang memasukkan anaknya ke pesantren kilat karena merasa pendidikan agama Islam yang diperoleh anaknya di sekolah masih kurang. Misalnya anakanya belum mampu membaca al-Qur’an, belum dapat membaca doa, atau belum berani menyembelih ayam. Lantas anak itu dimasukkan ke pesantren kilat dengan tujuan agar pengetahuan agamanya menjadi semakin lengkap dan bisa mengamalkan ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Agar anaknya memiliki sikap disiplin, tidak bandel, taat waktu, tidak melawan kepada orang tua dan sikap negatif lainnya. Orang tua saat ini khawatir sekali terhadap perkembangan akhlak anaknya, sudah banyak gejala kenakalan anak remaja. Kenakalan ini ada yang berujung pada tindakan-tindakan kejahatan, misalnya mencuri kecil-kecilan, yang pada gilirannya berkembang menjadi perampok. Intinya, kenakalan remaja dalam bentuk kecil tadi biasanya berujung pada kejahatan.

Untuk mengisi waktu senggang. Kegiatan belajar mengajar selama bulan ramadhan ditiadakan, tetapi hal itu diganti dengan kegiatan keagamaan. Orang tua tahu bahwa waktu luang bagi anak dan remaja adalah waktu yang amat berbahaya bila tidak diisi atau dialihkan dengan kegiatan positif lain yang lebih bermanfaat.

Dari kesenggangan ini biasa timbul hal-hal negatif. Daripada waktu luang ini dipakai untuk hal-hal yang mubazir, tidak karu-karuan alangkah lebih baik dan bermakna waktu senggang diisi dengan hal-hal yang produktif dan positif. (KKM)


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here