Tipe Penyimpangan Seksual

SehatFresh.com – Dalam penyimpangan seksual (deviasi seksual), kepuasan seksual membutuhkan manipulasi benda-benda atau perilaku seksual yang abnormal. Biasanya, perilaku semacam ini merugikan orang lain. Penyimpangan seksual lebih sering terjadi pada pria dibandingkan pada wanita. Penyebab penyimpangan seksual diperkirakan mencakup kombinasi faktor sosial budaya, fisik, dan psikologis, misalnya, hubungan yang terlalu intim dengan orang tua, penolakan, permusuhan dan deprivasi sosial selama masa kanak-kanak, yang semuanya berpengaruh pada harga diri. Faktor-faktor tersebut memprovokasi perasaan tidak mampu atau permusuhan yang kemudian diekspresikan melalui perilaku seksual menyimpang. Diagnosis untuk penyimpangan seksual memerlukan interpretasi dan penilaian klinis secara cermat, termasuk riwayat pasien dan pemeriksaan fisik.

  • Eksibisionisme

Ekshibisionisme merujuk pada kepuasan seksual dari mengekspos alat kelamin mereka di depan umum. Meski tidak berbahaya dan seringkali tidak mengarah penyimpangan yang lebih serius, namun kebutuhan untuk memperkuat maskulinitas mereka dengan cara ini tidak dapat diobati dengan keyakinan sendiri. Dalam hal ini, perawatan psikiatris diperlukan.

  • Voyeurisme

Voyeur memperoleh kepuasan seksual dengan menonton orang lain yang terlibat dalam aktivitas seksual atau dengan mengamati seorang wanita atau pria telanjang atau membuka baju. Karena pada dasarnya aktivitas seksual normal melibatkan unsur voyeurisme, ini dianggap penyimpangan hanya ketika mengganggu orang lain atau menggantikan aktivitas seksual yang normal.

  • Fetisisme

Mereka dengan fetisisme menerima gratifikasi dengan memanipulasi objek material, biasanya pakaian wanita. Seringkali, objek ini menjadi satu-satunya fokus hasrat seksual. Hal ini juga dapat menjadi bagian dari tubuh yang digunakan untuk rangsangan seksual fisik atau mental. Dalam bentuk ringannya, ini bisa ditandai dengan preferensi pada pasangan untuk memakai pakaian tertentu sebelum melakukan hubungan seks. Sementara bentuk yang lebih ekstrim bisa dicontohkan seperti pemerkosa yang memotong rambut dari korban mereka untuk digunakan dalam masturbasi.

  • Transvestisme

Pada transvestisme, rangsangan seksual dicapai dengan mengenakan pakaian dari lawan jenis, bahkan seringkali dilakukan di depan umum. Beberapa dari mereka dengan gangguan ini adalah homoseksual, tetapi lainnya menjalani kehidupan pernikahan normal dan terlibat dalam aktivitas seksual yang normal.

  • Pemerkosaan

Pemerkosa menggunakan kekerasan untuk menyerang secara seksual pasangannya tanpa persetujuan. Pemerkosaan adalah kejahatan kekerasan, ekspresi permusuhan, kekuasaan, dan kemarahan, bukan hanya kepuasan seksual. Ini mungkin terjadi sebagai insiden yang terisolasi tetapi lebih sering menjadi bagian dari pola perilaku berulang. Pemerkosa sering memiliki perasaan kekerasan atau kebencian terhadap wanita, atau masalah seksual seperti impotensi atau ejakulasi dini.

  • Necrophilia

Necrophilia merujuk pada perilaku hubungan seksual dengan mayat. Penyimpangan langka ini digolongkan menjadi tiga, yaitu orang yang sengaja membunuh untuk mendapatkan mayat, mereka yang menggunakan mayat yang sudah mati untuk kesenangan seksual dan mereka yang hanya berfantasi dan membayangkan tindakan tetapi tidak bertindak secara nyata.

  • Pedofilia

Pedofilia mengarah pada hubungan seksual dengan anak-anak. Mereka dengan pedofilia menjalani kehidupan sebagai homoseksual atau heteroseksual. Lebih ekstrim, pedofil juga dapat membunuh korban mereka sesudahnya karena ketakutan.

  • Sadisme

Mereka dengan sadisme memperoleh kepuasan seksual dengan menyakiti fisik atau mental pasangannya, kemungkinan untuk melakukan pembunuhan atau kejahatan kekerasan lainnya, dan berbahaya.

  • Masokisme

Masokisme ini merujuk pada kepuasan seksual melalui pelecehan fisik atau mental sebelum, selama, setelah, atau bukan hubungan seksual.

  • Incest

Incest (hubungan seksual dengan anggota keluarga) paling sering melibatkan seorang ayah dan putrinya. Ayah incest seringkali memiliki latar belakang masa kecil yang buruk secara sosial.

Sumber gambar : psikologiforensik.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY