Tipe-tipe Benjolan Putih Kecil Berkelompok (Milia)

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Milia merupakan masalah kulit yang ditandai munculnya benjolan putih kecil berkelompok. Masalah kulit yang satu ini sering dijumpai pada bayi yang baru lahir, tapi dapat juga dialami oleh siapa saja. Pada bayi yang baru lahir, benjolan karena milia akan membaik dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Sedangkan pada anak-anak dan orang dewasa, kondisi ini biasanya membaik dalam waktu beberapa bulan. Milia umumnya muncul di sekitar hidung dan pipi, namun dapat muncul pula di area tubuh lainnya.

Bentuk dari milia umumnya berupa benjolan seperti jerawat berwarna putih kekuningan. Tak heran kondisi ini juga dijuluki jerawat bayi. Akan tetapi, milia tidak sama dengan jerawat pada bayi karena jerawat juga mungkin tumbuh pada penderita milia dan penyebabnya adalah hormon dari ibunya. Sedangkan terbentuknya milia dikarenakan adanya keratin (protein yang ditemukan dalam jaringan kulit, rambut, dan sel-sel kuku) yang terperangkap di bawah permukaan kulit. Selain itu, milia biasanya muncul sejak bayi lahir, sedangkan jerawat umumnya muncul dalam beberapa minggu setelah kelahiran.

Pada anak-anak dan orang dewasa, munculnya milia terkait dengan kerusakan kulit akibat luka bakar, poison ivy, dermabrasi atau laser resurfacing, krim steroid, dan paparan sinar matahari jangka panjang. Benjolan biasanya tidak gatal atau nyeri. Namun, terkadang disertai rasa gatal, terutama bila sering mengenakan pakaian ketat atau berbahan kasar. Ini mengakibatkan area kulit yang terkena milia mudah iritasi dan tampak merah.

Merujuk pada penjelasan singkat di atas, milia diklasifikasikan menjadi beberapa tipe, yaitu:

  • Neonatal milia, yaitu milia yang dialami oleh bayi yang baru lahir. Benjolan biasanya muncul di sekitar hidung, pipi, kulit kepala, dan mulut. Kondisi ini tidak dianggap berbahaya dan umumnya akan membaik dalam beberapa minggu.
  • Juvenile milia, yaitu milia yang muncul sejak lahir atau di kemudian hari akibat gangguan genetik, seperti nevoid basal cell carcinoma syndrome, pachyonychia congenital, dan Gardner syndrome.
  • Primary milia, yaitu milia yang dialami oleh anak-anak atau orang dewasa. Area yang terpengaruh umumnya adalah kelopak mata, dahi, dan alat kelamin. Kondisi biasanya membaik dalam beberapa minggu atau bulan.
  • Secondary milia, yaitu milia yang muncul pada area kulit yang telah mengalami kerusakan atau cedera. Setelah kulit mengalami luka bakar misalnya, milia bisa berkembang akibat kerusakan pada kelenjar keringat sebagai penyebab yang mendasarinya. Di sisi lain, milia juga bisa muncul akibat penggunaan krim kulit, salah satunya krim steroid.
  • Milia en plaque, yaitu milia yang muncul pada area kulit yang mengalami peradangan terkait gangguan autoimun atau gangguan genetik pada kulit, seperti discoid lupus atau lichen planus. Tipe milia ini umumnya di kelopak mata, sekitar telinga, pipi, dan rahang,. Kondisi ini umumnya ditemukan pada wanita paruh baya, namun dapat pula menyerang siapa saja.
  • Multiple eruptive milia, yaitu milia yang biasanya muncul di area wajah, lengan atas, dan leher. Karakteristik milia jenis adalah bergerombol dan berkembang dalam kurun waktu beberapa minggu atau bulan.

Karena tidak membahayakan, milia biasanya tidak membutuhkan pengobatan khusus. Jika milia tidak hilang dengan sendirinya dalam waktu tiga bulan, tentu lebih baik segera diperiksakan sehingga diketahui kondisi yang mendasarinya. Milia umumnya dapat dihilangkan dengan mengeluarkan isinya, namun jangan dilakukan sendiri karena dapat menyebabkan bekas luka, dan infeksi kulit. Milia yang membandel dapat dihilangkan melalui terapi laser oleh ahli dermatologi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY