Tips agar Anak Berhenti Ngempeng

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tidak dipungkiri jika banyak orangtua yang mengeluh akibat sulitnya melepaskan ketergantungan anak dari empeng. Padahal di satu sisi, sang  anak sudah memasuki usia bersekolah di taman kanak-kanak. Lantas bagaimana cara menghilangkan kebiasaan ngempeng pada anak?

Pro kontra ngempeng pada anak

Seperti yang diketahui jika sejak dahulu, empeng telah digemari oleh anak-anak. Aktivitas ngempeng bagi anak membuatnya nyaman, sekaligus menjadi teman tidur. Sementara itu bagi orang tua, empeng kerap dijadikan senjata ampuh guna menghentikan anak yang menangis.

Di lain pihak para ahli juga masih memperdebatkan dampak negatif dan positif empeng bagi anak. Empeng disatu sisi mampu mengurangi resiko Suddent Infant Death Syndrome (SIDS), yakni kematian mendadak yang terjadi pada anak usia sebelum 1 tahun.

Hanya saja dampak negatif yang dapat muncul yakni empeng bisa mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan mulut dan gigi anak. Lantas kapan seorang anak harus menghentikan kebiasaan mengempeng agar tidak terlalu menimbulkan resiko negatif?

Kebiasaan ngempeng bisa dihentikan sebelum prasekolah

Orangtua bisa menghentikan kebiasaan ngempeng pada anak sebelum memasuki masa prasekolah atau sebelum umur 3 tahun. Pasalnya semakin lama anak mempunyai kebiasaan ngempeng, maka semakin sulit untuk menghentikannya.

Usia 2 tahun ke atas juga sudah memberikan peluang anak mengalami gangguan pada mulut dan gigi. Oleh karena itu sebelum pra sekolah atau sebelum usia 3 tahun, anak harus dihentikan dari kebiasaan ngempeng. Lantas bagaimana caranya untuk menghentikan kebiasaan ngempeng pada anak?

Masukan empeng ke dalam boneka

Orangtua bisa melakukan berbagai langkah kreatif untuk menghentikan kebiasaan ngempeng pada anak. Misalnya saja dengan memanfaatkan boneka yang dimiliki anak. Caranya sangat mudah untuk dipraktikan, sekaligus anak pasti  senang melakukannya

Pertama siapkan boneka yang terbuat dari kain, sehingga mudah dibongkar atau dijahit lagi. Kemudian ajak anak membongkar boneka itu, lantas masukan empeng ke dalamnya. Selanjutnya jahit kembali boneka tersebut. Biarkan boneka itu menjadi kenang-kenangan anak, karena terdapat empeng di dalamnya.

Ajak anak untuk memberikan empeng ke bayi lain

Orangtua bisa mengajak anak untuk mengunjungi kerabat yang mempunyai bayi. Kemudian bujuklah anak supaya tergerak hatinya untuk memberikan empeng kepada bayi tersebut. Dengan cara ini orangtua juga bisa melatih sifat dermawan pada anak.

Gunting atau lubangi empengnya

Selain cara-cara di atas ada pula satu cara yang bisa dikategorikan keras, yakni melubangi atau menggunting empeng. Tujuannya agar anak tidak merasa nyaman menggunakan empeng. Alhasil lama-lama anak akan bosan dan berhenti mengempeng dengan sendirinya.

Dengan tegas larang anak mengempeng

Langkah terakhir ini adalah cara yang paling tegas, yakni orangtua melarang anak menggunakan empeng. Orangtua dituntut harus tegas, bahkan ketika anak menangis atau pun sulit tidur di hari pertama saat tidak mengempeng lagi. Namun setelah melewati beberapa hari, anak dengan sendirinya beradaptasi tidur tanpa empeng. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY