Tips Agar Remaja Tidak Melakukan Seks Bebas

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Di era digital ini, kemajuan teknologi berpengaruh besar terhadap perkembangan dan pembentukan karakter seorang remaja. Meski teknologi sendiri sangat bermanfaat dalam membantu belajar, sayangnya hal ini juga membawa dampak negatif jika seorang remaja tidak menggunakannya secara sehat. Misalnya, remaja masa kini kebanyakan sudah tidak aneh mengenai hal-hal berbau seks. Bila sebelumnya anak memiliki pendidikan seks yang memadai, semakin tinggi risiko ketika remaja terjerumus seks bebas.

Dampak dari seks bebas atau seks di usia dini sudah jadi rahasia umum. Diantaranya kehamilan tak terencana, menurunkan prestasi akademik, dan menderita penyakit menular seksual. Sayangnya, kasus seks bebas di kalangan remaja tetap saja tinggi. Untuk itu, para orangtua harus mengambil sikap agar remaja tak sempat terjerumus seks bebas. Lantas, bagaimana sebaiknya orangtua bersikap?

Membekali pendidikan seks

Membekali anak-anaknya pendidikan seks yang memadai adalah salah satu tugas orangtua agar anak tak terjerumus seks bebas, jangan hanya menyerahkannya pada guru di sekolah. Bahasan mengenai seks di kalangan banyak orangtua memang masih dianggap tabu sehingga terasa canggung bila membicarakannya dengan anak. Tapi, penting untuk digarisbawahi bahwa pendidikan seks ini sangat penting diberikan pada anak sejak dini.

Tentunya akan lebih baik bila anak menerima info seksualitas langsung dari orangtuanya ketimbang anak menyimpulkan sendiri info yang ia dapat dari orang lain atau internet yang belum tentu benar. Anak pun pada gilirannya akan lebih menyadari bahaya seks bebas yang dapat merusak masa depannya. Dalam hal ini, diperlukan komunikasi yang baik secara berkesinambungan antara orangtua dan anak. Pasalnya, anak yang kurang perhatian dari orangtua lebih besar kemungkinannya terjerumus seks bebas.

Memilihkan lingkungan yang kondusif

Lingkungan sekolah seringkali lebih besar pengaruhnya ketimbang lingkungan rumah terhadap pembentukan karakter remaja. Oleh karenanya, orangtua sebaiknya memilihkan remaja lingkungan sekolah yang kondusif di mana lingkungan sekolah tersebut memiliki disiplin tinggi dan dapat menumbuhkan karakter yang baik tak hanya sekedar membuat anak menjadi remaja pintar.

Mendorong remaja untuk aktif

Banyaknya waktu luang yang dilewatkan dalam lingkungan yang tidak sehat karena bergaul dengan orang yang tidak tepat juga dapat menjadi pemicu remaja melakukan seks usia dini. Remaja memang perlu berinteraksi dengan dunia luar. Tapi, tentunya orangtua juga perlu memantau pergaulan putra-putrinya. Selain itu, para orangtua juga perlu mendorong anak remajanya untuk menyibukkan diri. Dalam artian melakukan kegiatan positif untuk mengisi waktu luangnya. Salah satunya dengan mendukung hobi yang disukainya. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here