Tips Aman Puasa Bagi Ibu Menyusui

SehatFresh.com – Di bulan Ramadhan, keraguan seringkali menghampiri para ibu menyusui untuk berpuasa. Di satu sisi mereka tidak mau melewatkan bulan penuh berkah tersebut dengan menjalankan ibadah puasa. Di sisi lainnya, mereka khawatir akan bayi yang disusuinya. Dari segi kesehatan, ibu menyusui yang puasa memang sulit untuk memenuhi keseimbangan gizi dan kebutuhan energi yang memang lebih banyak. Namun, bukan berarti mereka tidak bisa berpuasa. Dengan pola berbuka dan sahur yang benar, mereka tetap bisa menjalankan ibadah puasa ketika menyusui.

Pada dasarnya, tidak ada pantangan bagi ibu menyusui untuk berpuasa. Namun, ada beberapa hal yang harus harus diperhatikan bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa. Ibu harus kuat secara fisik dan mental agar kondisi kesehatan bayi dapat tetap terjaga. Dalam hal ini, nutrisi sangat benar-benar pelu diperhatikan.

Ibu yang sedang menyusui membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan dengan menu gizi seimbang. Kebutuhan cairan terutama air juga perlu terpenuhi. Setidaknya minum 8 gelas air putih per hari. Ketika puasa, hal ini bisa disiasati dengan minum air 2 gelas di waktu berbuka, 4 gelas di waktu malam dan 2 gelas ketika sahur. Minum juga segelas susu setiap sahur untuk mengurangi risiko anemia bagi ibu menyusui. Berbuka puasalah dengan minuman hangat guna merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.

Ketika berpuasa, cairan tubuh memang akan berkurang hingga 2-3 persen. Pada keadaan normal, ada mekanisme “rasa haus” yang mencegah tubuh kekurangan cairan. Namun, di saat puasa, secara otomatis otak mengatur agar pengeluaran cairan tubuh melalui air seni dan keringat menjadi lebih sedikit. Meski ibu tidak makan selama 14 jam ketika berpuasa, komposisi ASI tidak akan berubah atau berkurang kualitasnya. Hal ini dikarenakan tubuh akan melakukan mekanisme kompensasi dengan mengambil cadangan zat-zat gizi seperti energi, lemak dan protein serta vitamin dan mineral dari simpanan yang ada dalam tubuh.

Kita tidak makan dan minum rata-rata hingga 14 jam saat berpuasa. Selama waktu tersebut, tubuh masih bisa bertahan dengan kandungan makanan yang disimpan sejak makan sahur dan akan diganti simpanan nutrisinya pada saat berbuka. Namun, banyak ahli yang menyebutkan bahwa puasa dapat menyebabkan ibu menyusui mengalami kekurangan cairan pada ibu yang menyusui eksklusif sebelum bayi berusia 6 bulan. Sebelum bayi berusia 6 bulan, ibu akan menyusui secara rutin setiap 2-3 jam tanpa mengenal siang dan malam. Maka dari itu, banyak yang menyarankan agar puasa dilakukan setelah bayi berusia 6 bulan dan menerima MPASI. Berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter tentunya akan lebih baik agar dapat menilai kondisi kesehatan ibu dan bayi.

Sumber gambar :hendrinova.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY