Tips Lebaran Tetap Sehat

SehatFresh.com – Berpuasa itu sebenarnya menyehatkan. Berpuasa di bulan Ramadhan sebulan lamanya menuntut kita untuk bisa mengendalikan diri. Bahkan, bulan Ramadhan bisa dijadikan momentum yang tepat untuk mulai membiasakan diri dengan pola hidup sehat dan teratur. Selama berpuasa, tubuh akan melakukan detoksifikasi secara maksimal sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat dan pikiran pun lebih jernih.

Sayangnya, banyak orang yang tidak bisa mengendalikan nafsu makannya ketika lebaran tiba. Ini mengakibatkan munculnya berbagai keluhan setelah lebaran, terutama kenaikan berat badan. Bahkan, kenaikan berat badan terkadang melebihi berat badan sebelum berpuasa. Kolesterol dan gula darah juga cenderung meningkat. Tentunya sangat disayangkan jika kita tidak bisa menjaga hasil puasa dengan baik setelah hari raya.

Agar manfaat puasa dapat dirasakan secara maksimal, beberapa tips berikut ini dapat membantu Anda tetap sehat di tengah suka cita hari raya:

  • Makan secukupnya. Makanan khas lebaran yang cenderung berlemak dan tinggi gula (kue lebaran) dapat secara cepat menyebabkan kenaikan berat badan. Boleh saja mengonsumsinya, namun porsinya harus diperhatikan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak ataupun tinggi gula dapat mengakibatkan masalah pada pancernaan. Dampaknya bisa lebih serius pada orang yang telah memiliki penyakit seperti diabetes atau hipertensi. Untuk menghindari asupan kalori berlebihan, ingatlah pedoman “berhenti makan sebelum kekenyangan”.
  • Banyak minum air putih. Selain soal makanan, lebaran juga seringkali diramaikan minuman dingin dari aneka rasa sirup botolan. Minuman semacam ini juga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan karena tinggi gula dan mengandung zat kimia. Air putih memiliki manfaat yang lebih baik dibandingkan minuman lainnya. Air putih berperan penting dalam proses metabolisme. Selain itu, air putih juga dapat menghindarkan tubuh dari risiko dehidrasi.
  • Konsumsi buah dan sayur. Salah satu dampak akibat pola makan tidak terkendali ketika lebaran adalah kekurangan vitamin. Ini bisa dilihat dari bibir yang cenderung pecah-pecah dan gusi berdarah ketika menyikat gigi. Selain itu, makanan yang dikonsumsi di beberapa hari pertama lebaran seringkali merupakan makanan yang berkali-kali dipanaskan. Proses pemanasan ulang sudah tentu dapat semakin menurunkan nilai gizi dari makanan tersebut. Maka tidak heran juga bila lebaran identik dengan masalah pencernaan seperti sembelit ataupun diare. Untuk itu, konsumsi makanan khas lebaran juga perlu diimbangi dengan konsumsi sayur dan buah-buahan segar. Selain kaya vitamin dan mineral, kandungan serat di dalamnya juga sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan.
  • Atur jadwal makan. Jadwal makan yang ideal adalah tiga kali makan utam dan 2-3 kali makan selingan berupa camilan. Jadwal tersebut seringkali sulit dipenuhi ketika lebaran. Sebetulnya, jadwal makan tersebut bisa disiasati dengan makan dalam porsi sedikit tetapi lebih sering.
  • Rajin mencuci tangan. Selain asupan makanan, aspek kebersihan juga perlu diperhatikan. Lebaran identik dengan tradisi bersalaman dan cium tangan untuk saling bermaafan. Tanpa disadari, aktivitas ini meningkatkan risiko penularan kuman. Oleh karenanya, rajin-rajinlah mencuci tangan terutama ketika hendak menyiapkan makanan, sebelum makan dan setelah dari toilet.
  • Cukup istirahat. Saat lebaran, silaturahmi ke rumah sanak saudara ataupun tetangga tentunya sangat melelahkan. Dengan demikian, kondisi fisik bisa drop sehingga gampang sakit. Tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup kembali ke kondisi terbaiknya. Untuk itu, pastikan kebutuhan tidur selama 6-8 jam per hari selalu tercukupi. Bila ada waktu, usahakan untuk melakukan olahraga ringan agar tubuh tetap bugar, atau siasati dengan banyak jalan kaki ketika bersilaturahmi ke saudara atau tetangga yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY