Tips Memahami 4 Fase Siklus Menstruasi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menstruasi adalah periode pengeluaran cairan darah dari uterus (rahim), yang disebabkan oleh rontoknya endometrium atau rontoknya lapisan terdalam pada rahim dimana sebagai tempat menempelnya ovum (sel telur) yang telah dibuahi.

 Bagi kaum wanita menstruasi merupakan suatu hal yang tidak asing lagi karena setiap satu bulan sekali anda sebagai wanita akan mengalami siklus ini dan merupakan sesuatu yang wajar atau normal.

Siklus menstruasi dari wanita satu dengan yang lainya berbeda-beda mulai 18 sampai 40 hari,  namun rata-rata 28 hari. Lamanya haid atau mentruasi itu sendiri rata-rata sekitar 5 hari. Pada awal menstruasi, kadar hormon estrogen, progesteron, dan LH menurun atau pada kadar terendahnya selama siklus, dan kadar FSH baru mulai meningkat.

Setiap satu siklus menstruasi terdapat 4 fase perubahan yang terjadi dalam rahim. Fase-fase ini merupakan hasil yang sangat terkoordinasi antara hipofisis anterior, ovarium dan uterus. 4 fase-fase tersebut adalah :

  • Fase Menstruasi atau Deskuamasi

Pada fase deskuamasi, endometrium terlepas dari dinding rahim disertai pendarahan dan hanya satu lapisan yang masih utuh disebut stratum basale. Fase ini berlangsung selama 3-4 hari

  • Fase Pasca Menstruasi atau Fase Regenerasi

Fase ini, terjadi penyembuhan luka akibat lepasnya endometrium. Kondisi ini mulai sejak fase menstruasi terjadi dan berlangsung ± 4 hari.

  • Fase Intermenstum atau Fase Proliferasi

Terjadi penebalan endometrium ± 3,5 mm setelah luka sembuh. Fase ini berlangsung mulai hari ke-5 sampai ke-14 dalam siklus menstruasi. Fase proliferasi dibagi menjadi 3 tahap, meliputi :

  1. Fase proliferasi dini, ditandai dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel.
  2. Fase proliferasi madya, fase ini berlangsung pada hari ke-8 sampai hari ke-10 dan dapat dikenali dari epitel permukaan yang berbentuk torak yang tinggi.
  3. Fase proliferasi akhir, ditandai dari permukaan yang tidak rata dan dijumpai banyaknya mitosis.
  • Fase Pramenstruasi atau Fase Sekresi

Pada fase ini endometrium kira-kira tetap tebalnya, tetapi terjadi perubahan bentuk kelenjar menjadi panjang berkelok-kelok dan mengeluarkan getah. Fase pramenstruasi berlangsung dari hari ke-14 sampai hari ke-28. Ada 2 tahap dalam fase sekresi yaitu :

  1. Fase sekresi dini, terjadi penipisan endometrium yang lebih tipis dari fase sebelumnya karena kehilangan cairan.
  2. Fase sekresi lanjut, pada fase ini kelenjar dalam endometrium berkembang dan menjadi lebih berkelok-kelok dan sekresi mulai mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here