Tips Memilih Protein Yang Baik

SehatFresh.com – Tubuh membutuhkan protein untuk membangun tulang, otot, kulit, dan sel-sel yang kuat. Protein berasal dari sejumlah sumber makanan yang berbeda seperti daging, unggas, ikan, telur, produk susu, kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Karena tubuh tidak bisa menyimpan protein, kita perlu memastikan bahwa kita makan cukup protein setiap hari. Tetapi apa semua protein itu sama?

Yang menjadikan protein menjadi “baik” atau “buruk” adalah kandungan lemak jenuh di dalamnya. Protein yang tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol, yang pada gilirannya menempatkan Anda pada risiko tinggi untuk penyakit jantung. Umumnya, orang dewasa perlu makan 40-65 gram protein setiap hari. Meskipun banyak orang yang sudah mengonsumsi makanan berprotein, belum tentu protein tersebut cukup baik. Lalu, bagaimana membuat pilihan cerdas dalam memilih protein yang baik?

Daging
Steak dan ayam dengan kulit adalah daging yang tinggi protein, tetapi juga tinggi lemak jenuh. Sebagai contoh, dalam enam ons steak menyumbang hampir mendekati kebutuhan protein per hari, serta menyumbang 75 persen asupan lemak jenuh harian. Daging tanpa lemak bisa menjadi pilihan protein yang lebih sehat. Ayam, kalkun, ikan, dan daging sapi yang 95 persen tanpa lemak masih tinggi protein namun memiliki sedikit lemak, terutama lemak jenuh yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Kedelai
Kedelai merupakan salah satu sumber protein rendah lemak terbaik, yang tidak hanya bermanfaat untuk membantu Anda menurunkan berat badan tetapi juga baik untuk kesehatan jantung. Kacang kedelai hijau yang masih muda (edamame) bisa menjadi pilihan camilan sehat. Kedelai mengandung lemak tidak jenuh yang terdiri dari lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda. Kandungan lemak pada kedelai ini aman bagi penderita kolesterol.

Kacang-kacangan
Hampir semua jenis kacang-kacangan merupakan merupakan sumber protein yang baik, namun beberapa kacang memiliki kandungan lemak jenuh, seperti kacang tanah terutama yang sudah diolah. Namun kebanyakan kacang, biji atau polong-polongan memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah. Anda bisa mencampur kacang ke dalam makanan atau menjadikan kacang sebagai camilan harian untuk memenuhi kebutuhan protein Anda.

Produk susu
Susu dan produk olahannya merupakan salah satu sumber protein. Namun, beberapa produk susu memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Maka dari itu, sebaiknya Anda memilih produk susu versi rendah lemak.

Ketika memilih sumber protein, jangan hanya melihat dari kandungan proteinnya saja, tapi juga kandungan lemaknya. Pasalnya, kandungan lemak jenuh berisiko meningkatkan tingkat tekanan darah dan kolesterol. Karena protein hewani umumnya memiliki kandungan kolesterol dan lemak yang cukup tinggi, Anda bisa mendapat asupan protein harian dari sumber nabati untuk melindungi kesehatan jantung Anda.

Sumber gambar : dartcor.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY