Tips Memilih Termometer untuk Bayi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bayi yang sedang mengalami demam atau panas, pasti akan membuat khawatir orangtua. Cara yang paling efektif dilakukan untuk mengetahui seberapa besar panas yang menyerang bayi adalah dengan menggunakan termometer. Lantas bagaimana cara memilih termometer yang tepat untuk bayi?

Suhu tubuh memiliki peran penting

Tidak dipungkiri jika kebanyakan masyarakat masih menggunakan punggung tangan untuk mengukur suhu tubuh, yang diletakan pada dahi. Tentu saja cara ini tidak akan akurat karena hanya sekedar mengetahui rasa panas yang muncul, tanpa mengetahui berapa derajad tinggi suhunya.

Perlu diketahui jika suhu tubuh sangat penting untuk diketahui, terlebih jika kondisi bayi sedang mengalami panas yang tinggi. Suhu tubuh memiliki peran dalam menyajikan informasi, terkait prediksi berbagai masalah pada kesehatan yang akan muncul.

Berapa suhu tubuh yang normal bagi bayi?

Dalam catatan medis suhu tubuh manusia dalam keadaan normal berkisar antara 36,5 hingga 37,5 derajat celcius. Alhasil jika bayi memiliki suhu tubuh hingga 38 derajat celcius, maka bisa dikategorikan mengalami demam. Itu tandanya tubuh bayi sedang terserang infeksi yang bisa diakibatkan virus atau bakteri.

Cara memilih termometer untuk bayi

Alat yang dapat digunakan untuk menentukan suhu tubuh bayi adalah termometer. Namun tidak sedikit orang tua yang bingung dalam memilih termometer untuk bayinya. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa jenis termometer yang bisa dipilih sebagai alat pengukur suhu bayi.

  1. Mengukur suhu bayi bisa dengan termometer raksa

Termometer raksa mempunyai kelebihan tidak membuat dinding tabung menjadi basah. Alhasil pengukuran bisa dilihat dengan mudah, apalagi didukung dengan penampakan air raksa yang mengkilap. Selain itu termometer raksa juga bisa mengambil kalor dengan mudah. Kelebihannya yang terakhir adalah pemuaian raksa lebih teratur. Hanya saja bagi sebagian ahli medis termometer raksa kini tidak direkomendasikan lagi, dikarenakan mudah pecah.

  1. Mengukur suhu bayi bisa dengan termometer digital

Termometer digital kini dianggap lebih efektif untuk membantu orangtua ketika mengukur suhu bayi. Termometer jenis ini mengandalkan sensor panas elektrik. Cara penggunaannya dengan meletakan termometer digital tersebut di ketiak, di mulut atau di rektum. Namun harus dibedakan saat menggunakan termometer di rektum atau mulut. Orangtua bisa membelinya dua buah, kemudian diberikan tanda pada masing-masing termometer yang akan digunakan di rektum dan di mulut.

  1. Mengukur suhu tubuh bayi dengan termometer tympanic

Ini merupakan salah satu jenis termometer digital yang memanfaatkan sinar infrared dalam mengukur suhu tubuh bayi. Cara menggunakannya adalah dengan mengarahkan termometer ini ke dalam lubang telinga. Hanya saja termometer tympanic mempunyai kekurangan, misalnya saja keberadaan kotoran di telinga yang bisa mempengaruhi akurasi dari pengukuran suhu tubuh bayi.

Dari ketiga jenis termometer di atas, banyak pihak yang menyarankan untuk bayi berusia 0-3 bulan sebaiknya memakai termometer digital dalam mengukur suhu tubuh. Caranya dengan dengan menempelkan termometer tersebut di rektum. Termometer ini dianggap paling akurat dalam mengukur suhu tubuh, terlebih bagi bayi yang baru lahir. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here