Tips Mencegah Anak Bertubuh Pendek

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Memiliki tubuh jenjang merupakan impian setiap orang. Apalagi di usia produktif, memiliki tubuh jenjang terkadang menjadi sebuah keharusan. Hal ini tidak hanya bagi kaum wanita, tapi juga berlaku bagi kaum pria. Sebab, tinggi badan juga terkadang menjadi salah satu syarat untuk bias menjalani sebuah karir. Misalnya seseorang ingin menjadi pramugari, polisi, pilot, atau pekerjaan lain yang membutuhkan angka tinggi tertentu.

Memiliki tubuh jenjang di usia remaja, hingga usia produktif tentu tidak di dapat begitu saja. Harus di mulai sejak masih usia dini, seperti mengkonsumsi vitamin, susu, atau melakukan olahraga yang bias menambah tinggi badan. Dalam hal ini, peran serta dari orangtua juga dibutuhkan untuk menunjang tubuh kembang anaknya kelak. Kali ini, penulis akan memaparkan beberapa tips untuk mencegah agar anak tidak bertubuh pendek. Seperti yang telah di sebutkan di atas bahwa beberapa jenis pekerjaan membutuhkan anga tertentu untuk mencapai syaratnya. Jelas, akan sangat menyesalkan jika anak memiliki cita-cita tersebut, namun tidak bisa menggapai hanya karena ukuran tubuh yang pendek.

Nah untuk itu, simak saja beberapa cara berikut ini, untuk mencegah anak Anda bertubuh pendek:

  • Sejak masa kehamilan, ada baiknya jika ibu hamil rutin memeriksakan kesehatan janin dalam kandungannya ke dokter. Selain menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pemeriksaan rutin ini juga berguna untuk memastikan kesehatan janin dalam rahim sang ibu.
  • Sejak masa kehamilan sangat dianjurkan bagi ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, asam folat, dan yodium.
  • Selain makanan yang mengandung zat besi, asam folat, dan yodium, ibu hamil juga dianjurkan untuk mengonsumsi buah, sayur, makanan yang mengandung karbohidrat, dan protein.
  • Memastikan anak mengonsumsi ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI (MPASI) dengan kandungan nutrisi yang seimbang bagi tubuh anak di usianya.
  • Menjalani program imunisasi dasar.
  • Memastikan bahwa anak mengonsumsi air minimal 8 gelas setiap harinya.
  • Melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak ke dokter. Pada usia di bawah 1 tahun pemeriksaan biasanya dilakukan dua bulan sekali, pemeriksaan anak usia 1-3 tahun dilakukan tiga bulan sekali, usia anak 3-6 tahun diperiksa berkala pada enam bulan sekali, dan anak diperiksa setiap satu tahun sekali di uasia 6-18 tahun.
  • Mengajarkan dan memberi contoh untuk menyukai berolahraga. Terutama yang berfungsi menambah tinggi badan, seperti olagraga basket, renang, dan lain sebagainya.
  • Memantau waktu tidur anak. Jika anak memiliki waktu tidur yang cukup dengan kualitas baik, tentu akan berpengaruh pada pertumbuhannya. (IKS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY