Tips Mencegah dan Mengatasi Gangguan Peyronie pada Alat Kelamin Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pria pasti sudah sering mendengar beberapa jenis gangguan penis seperti ejakulasi dini maupun impotensi namun mungkin belum banyak yang tau mengenai gangguan Peyronie. Peyronie adalah satu jenis gangguan yang menyebabkan bentuk penis menjadi bengkok.

Sebetulnya gangguan ini tidaklah berbahaya dan juga bukan penyakit yang menular, namun mungkin membuat Anda merasa tidak nyaman karena merasakan sakit dan terganggu saat melakukan hubungan seksual.

Peyronie merupakan terbentuknya plak pada penis. Jaringan tersebut kemudian pada satu sisi mengalami pengerasan. Hal tersebut akan membuat penis bengkok saat sedang mengalami ereksi. Ketika sedang mengalami ereksi, penis mengembang dan meregang karena terisi penuh oleh darah. Namun pada penderita gangguan peyronie, jaringan tidak meregang.

Ada yang mengatakan bahwa gangguan ini terjadi karena pengaruh gen, ada juga pendapat bahwa peyronie terjadi karena cedera yang terjadi berulangkali pada penis, namun penyebab sebenarnya masih belum diketahui.

Biasanya laki-laki yang mengalami peyronie berumur sekitar 40 hingga 60 tahun. Namun bisa saja peyronie terjadi pada pria berusia 18 tahun. Peyronie dalam beberapa kasus memang bisa menghilang dengan sendirinya tanpa ada perlakuan khusus. Namun, ada beberapa di antaranya yang menjadi parah dan harus diobati, karena memicu gangguan impotensi.

Berikut ini adalah beberapa gejala yang menunjukkan gangguan peyronie:

  • Penis bengkok saat sedang mengalami ereksi
  • Munculnya benjolan yang terdapat pada penis
  • Pada saat ereksi, penis terasa sakit.

Jika gejala di atas semakin memburuk, maka Anda perlu berkonsultasi ke dokter. Mungkin dokter akan merekomendasikan untuk dilakukan pengobatan atau operasi. Obat tersebut ada yang dapat diminum secara langsung yang terdiri dari Potassium para-aminobenzoate, colchicine, dan lain sebagainya atau dengan obat yang disuntikkan di jaringan di penis seperti steroid, verapamil, dan lain sebagainya.

Apabila peyronie yang dialami terlalu parah, akan disarankan untuk dilakukan operasi. Kemungkinan ada beberapa metode perawatan yang dilakukan yaitu terapi ionisasi di mana diberikan aliran listrik dengan arus lemah, digunakan sebuah alat yang berfungsi untuk memperpanjang ukuran penis dan lain sebagainya.

Namun sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut, termasuk operasi, dokter akan terlebih dahulu melakukan tes untuk mendiagnosa penyakit Peyronie tersebut dengan cara melakukan pemeriksaan fisik saat penis tidak mengalami ereksi, dan ketika penis mengalami ereksi untuk mengetahui jumlah jaringan dan mengetahui kebengkokan penis. Mungkin juga akan dilakukan tes ultrasound saat ereksi.

Sebenarnya gangguan peyronie ini dapat dicegah dengan beberapa langkah yaitu dengan menjalani gaya hidup yang sehat dengan olahraga secara rutin dan tidak mengonsumsi alkohol serta merokok.

Demikian tadi adalah informasi mengenai gangguan penis peyronie. Semoga dengan mengetahui tentang peyronie, Anda memiliki referensi untuk mengatasi dan mencegah gangguan tersebut. (AYK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here