Tips Mengajarkan Anak Berpuasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bulan Ramadan adalah bulan sempurna untuk mengajarkan anak berbagai aspek kebaikan. Tak terkecuali belajar berpuasa. Berpuasa tidak hanya dilakukan orang dewasa atau remaja saja, tapi juga anak-anak. Sejak dini mereka harus diajarkan untuk bisa berpuasa, sehingga ketika dewasa mereka mampu melakukan kewajiban ini.

Mengajarkan hal yang baik pada anak tentu tak akan mudah. Terutama mengajari berpuasa. Anak-anak memerlukan waktu untuk berlatih berpuasa dengan baik.

Menanamkan kesadaran anak puasa Ramadhan dapat dimulai secara bertahap dan menyenangkan. Dengan mengajarkan anak puasa sejak dini, mereka akan terbiasa menjalankan ibadah puasa sebagai sebuah kebiasaan dan bukan lagi menjadi tekanan. Hal ini akan bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan spiritual anak di masa mendatang.

Orang tua harus mempertimbangkan kondisi dan kemampuan anak saat belajar puasa. Puasa tidak menghendaki adanya unsur paksaan dalam mendidik anak. Jadi orangtua akan memberikan motivasi kepada anak-anak untuk disiplin seperti melatih anak puasa Ramadhan.

Sekolah-sekolah mendukung keberadaan bulan puasa, sehingga anak-anak juga akan termotivasi dari guru mereka di sekolah maupun dari teman bermain atau teman sekolahnya. Mereka akan dengan senang hati menjalankan ibadah puasa ini bersama-sama.

Melatih anak puasa sejak dini termasuk balita pun sudah bisa untuk dilatih puasa Ramadhan. Latihan dilakukan bertahap tidak langsung seperti orang dewasa.

Puasa bukan berarti tidak boleh makan selama seharian penuh, hanya menunda waktu makan siang mereka saja. Tahap awal latihan anak puasa Ramadhan, balita biasanya sarapan sekitar pukul 07.00, Anda dapat memberitahu balita Anda untuk menunda sarapan mereka menunggu jam 09.00 atau 10.00.

Libatkan emosi mereka. Anak-anak sangat suka melakukan sesuatu yang berkaitan secara emosional dengan mereka. Membuat pengajaran melalui hal-hal yang mereka sukai, misalkan permainan atau gambar, akan lebih menarik perhatian mereka. Mengajarkan puasa dapat dimulai dengan menceritakan kisah orang yang berpuasa, merayakan Idul Fitri, dan sebagainya.

Tekankan ide besarnya. Aturan yang terlalu banyak kadang membuat anak malas sebelum benar-benar memulai berpuasa. Beritahu saja aturan pokoknya pada mereka. Mereka tak diperbolehkan makan, minum, dan marah. Meski beberapa anak kemungkinan akan makan secara diam-diam, tetapi jangan lantas menceramahinya panjang lebar karena hal ini. Katakan saja bahwa Allah SWT selalu mengawasi mereka, sehingga mereka yang akan menentukan sendiri bagaimana harus berperilaku. Ulangi ide dasar tersebut setiap hari sehingga mereka akan mengingatnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY