Tips Mengalihkan Rasa Lapar dan Haus Anak saat Berpuasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Awalnya, belajar berpuasa bagi anak mungkin terasa menyulitkan. Sebagai orangtua, terkadang kita sering merasa kasihan jika anak rewel saat berpuasa. Namun, kita juga bisa mengalihkan rasa lapar dan haus kala mereka menjalani ibadah puasa.

Umumnya, anak akan mulai merasa haus antara pukul 10 sampai 2 siang. Jadi, usahakan jangan ada objek berupa minuman di depan matanya. Tujuannya agar anak tidak terstimuli secara visual dan mengingat rasa hausnya.

Kalau soal lapar, biasanya anak akan merasa perutnya keroncongan di waktu antara pukul 12 siang sampai 5 sore. Nah, di sepanjang waktu tersebut bahasa tubuh anak bermacam-macam, seperti memegang perutnya, merintih nyeri, merengek hingga menangis.

Langkah awal untuk mengalihkan rasa lapar dan haus pada anak saat berpuasa adalah dengan melakukan kegiatan positif. Rata-rata, anak-anak amat senang bila dibiarkan melakukan berbagai aktivitas. Jangan yang ‘berat’, cukup yang ‘ringan’. Bermain menjadi salah satu cara terbaik untuk membantu mengalihkan perhatian anak dari rasa lapar dan haus yang dialaminya.

Ajaklah anak melakukan permainan yang mereka sukai atau kenalkan permainan jenis baru yang menantang rasa ingin tahu dan perhatiannya, misalnya menyusun balok, menggambar, mengingat suara binatang, membereskan boks mainannya, mendekorasi meja belajar atau segala permainan mendidik di gadget Anda. Jangan lupa pula mendampingi ia ketika bermain agar anak merasa nyaman serta aman. Harapannya, bila si anak sudah kelelahan secara pikiran, ia akan tertidur pulas.

Nah, ketika ia bangun, Anda dapat menemaninya menonton tayangan serial kisah-kisah Nabi atau bercerita. Melalui cerita, Anda bisa menyampaikan beberapa kisah hikmah pada anak, khususnya yang berkaitan dengan puasa. Dengan cara ini, Anda bisa menanamkan beberapa pelajaran penting tentang manfaat puasa bagi tubuh, seperti  menanamkan rasa empati anak terhadap golongan yang kurang beruntung.

Anda juga bisa memperkenalkan hal-hal baru kepada anak, misalnya membuat kartu Lebaran. Mengajari anak membuat kartu Lebaran adalah pelajaran yang bisa memadukan semua mata pelajaran termasuk bahasa Indonesia, kerajinan tangan, dan pendidikan moral.

Cara lainnya adalah membuat kesepakatan dengan anak. Kesepakatan ini bisa dilakukan untuk mengurangi kerewelan anak  dan menumbuhkan semangatnya untuk menyelesaikan puasa hingga waktu yang telah disepakati, contohnya memberikan hadiah apabila anak berhasil menjalani puasa dari jam sekian hingga jam sekian (bisa disesuaikan dengan usia anak).

Jika si anak sudah lebih dewasa serta bisa diajak bekerja sama, menyiapkan makanan atau memasak menu berbuka bersamanya akan melatihnya untuk berkreasi, mengenal berbagai bahan makanan, dan tentunya mengalihkan rasa lapar pada anak saat berpuasa.(SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY