Tips Mengatasi Ledakan Emosi (Tantrum) pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bagi Anda yang memiliki anak dengan rentang usia 1 hingga 4 tahun mungkin terkadang mendapati anak tersebut tiba-tiba marah dan meledak-ledak dengan ekspresi yang menurut Anda tidak lazim seperti berteriak dengan kencang, menendang benda di sekitarnya dan lain sebagainya. Hal demikian disebut dengan tantrum, Anda tidak perlu panik dan cemas karena ekspresi tersebut hanya berselang sekitar 2 menit. Setelah itu, anak akan kembali tenang dan diam dengan sendirinya.

Tantrum terjadi karena anak belum mampu mengekspresikan perasaannya seperti rasa frustasi, kesal dan lain sebagainya melalui kata-kata. Mungkin saat itu dia sedang menginginkan sesuatu namun tidak terpenuhi. Dia tidak mampu mengkomunikasikan kepada Anda sehingga yang bisa dilakukan adalah marah dan meledak dengan ekspresi seperti yang sudah disebutkan di atas. Selain itu, tantrum juga bisa terjadi saat anak ingin mendapatkan perhatian dari orang tua.

Tantrum bisa disebabkan oleh banyak hal yang salah satunya berasal dari keluarga. Orang tua yang sangat protektif, kurang kasih sayang, orang tua yang mengkritik terlalu banyak dan lain- lain. Sedangkan penyebab lainnya adalah karena anak merasa lelah atau lapar.

Saat anak sedang tantrum, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, seperti berikut di bawah ini:

  1. Bersikap tenang

Ketika anak tantrum jangan langsung panik dan berusahalah tetap tenang. Mungkin ketika tantrum terjadi Anda dan anak sedang berada di tempat ramai yang membuat Anda merasa kurang nyaman. Namun jangan berteriak padanya dan sikap Anda harus lebih terkontrol. Karena dengan sikap Anda yang tenang akan membuat tantrum tersebut lebih mudah diatasi.

  1. Pindahkan ke lokasi yang lebih aman

Ketika tantrum, anak biasanya melempar- lempar barang yang ada di sekitarnya atau berguling- guling di lantai. Jika terjadi demikian, segera pindahkan anak ke tempat lain di mana tidak ada barang- barang berbahaya. Jika tantrum terjadi saat Anda berada di luar rumah, Anda dapat memberikan pelukan bagi mereka agar merasa tenang.

  1. Alihkan perhatian anak

Tentu ada suatu hal yang disukai anak. Manfaatkan hal tersebut untuk mengalihkan perhatian anak seperti membacakan cerita atau melakukan hal yang mengasyikkan. Sangatlah penting bagi Anda sebagai orang tua untuk mengetahui hal apa saja yang dapat menarik perhatian anak.

  1. Cari tahu penyebabnya

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tantrum dapat terjadi karena berbagai sebab. Cari tahu penyebab anak Anda tantrum. Mungkin mereka sedang lapar atau lelah. Mencari tahu penyebab tersebut tentu saja tidak bisa secara instan. Anda membutuhkan observasi selama beberapa waktu. Kemudian Anda dapat membuat catatan mengenai perilaku keseharian anak dan mempelajarinya. Catatan tersebut yang akan membantu Anda untuk mengetahui apa saja penyebab anak menjadi tantrum. Dengan demikian Anda dapat menghindari atau meminimalisir kemungkinan anak tantrum.

Tantrum adalah suatu hal yang wajar terjadi pada setiap anak. Kondisi tersebut akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya kemampuan verbal anak untuk mengungkapkan perasaannya. Yang terpenting adalah jangan menyerah untuk menghadapi tantrum tersebut dan menuruti semua keinginan anak. Karena hal tersebut akan menimbulkan efek yang kurang baik. (AYK)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY