Tips Mengendalikan Emosi Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pada usia remaja, emosi sangat penting dan besar pengaruhnya. Tak sedikit remaja yang seakan lepas kendali. Maka, label emosional kerap melekat pada diri remaja. Selain pertumbuhan fisik, remaja juga mengalami perkembangan kognitif dan emosi.

Seorang yang masuk dalam masa remaja akan mulai berpikir logis, abstrak, atau bertindak agresif, seperti cenderung akan melawan segala aturan yang diberikan pada dirinya. Dengan pendekatan yang tepat, para orangtua dapat memecahkan masalah perilaku anak mereka yang beranjak remaja.

Ada sebagian orangtua yang cenderung mematikan emosi anak daripada membantu anak mengenali dan mengatasi emosinya. Misalnya, saat anak marah dan menangis, orangtua hanya mengatakan, ‘Sudah, jangan menangis!’ Orangtua tidak membantu anak memahami emosinya. Mengapa dia kesal atau sedih dan tidak membantu anak mengetahui yang harus dilakukan jika merasa kesal, marah atau sedih? Nah, berikut adalah beberapa tips untuk mengendalikan emosi remaja:

  • Relaksasi

Relaksasi dibutuhkan siapapun, bukan hanya remaja yang ingin mengendalikan emosinya. Relaksasi juga berjalan ampuh untuk mengendalikan emosi para remaja yang seringkali tidak tertahan dan keluar secara mendadak.

  • Menghindari hal yang memicu emosi

Untuk bisa mengendalikan emosi, para remaja sebaiknya jangan menyiram bensin ke api yang sedang berkobar. Pemicu tersebut akan menjadikan remaja kesulitan untuk mengendalikan emosinya. Meskipun hal tersebut terjadi secara tidak sengaja dan tanpa ditebak.

  • Menyalurkan hobi

Hobi, seperti menulis atau bermain musik, bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan emosi para remaja. Penyaluran hobi bisa menjadi sarana penenang para remaja yang merasa kesal ataupun merasa sulit mengendalikan emosinya. Terkadang, dengan mengalihkan ke hal lainnya, emosi mereka bisa dikendalikan dengan baik.

  • Luapkan

Meluapkan berlebihan tidak baik. Namun, menyimpannya rapat juga tidak akan baik. Remaja seringkali menutupi masalah yang mereka miliki. Dengan begitu, masalah ini menyebabkan stres ataupun tekanan. Maka, komunikasi secara perlahan secara intensif dapat menjadi cara untuk meluapkan emosi remaja.

  • Mengatasi akar masalahnya

Jangan biasakan para remaja hanya melimpahkan emosi mereka, tanpa tahu sebenarnya apa yang terjadi atau masalah apa yang membuat mereka sulit mengendalikan emosi. Sebagai orang dewasa, tentu Anda bisa memberikan pandangan yang luas dan merata mengenai masalah para remaja tersebut sehingga bisa memberikan masukan yang lebih objektif dan tidak berpihak.

  • Introspeksi diri

Ajak remaja untuk melakukan introspeksi diri memang bukan pekerjaan dan hal yang mudah. Tetapi, jika Anda berhasil, maka Anda sekaligus mendayung dua pulau dan memberikan pendidikan dengan baik pada mereka dengan baik. Pertama, Anda menanamkan karakter bahwa di balik rasa emosi yang diluapkan oleh mereka, maka para remaja harus instrospeksi diri. Selain itu, hal ini menanamkan sifat atau karakter rendah hati dan juga mendewasakan karakter serta sifat para remaja. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here