Tips Menghindari Konflik dengan Teman Sendiri

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Masa remaja adalah masa dimana seseorang perlu untuk membangun hubungan dengan orang-orang di sekitar, karena pada masa remaja kemampuan bersosialisasi sudah meningkat dibandingkan dengan saat masih menginjak masa kanak-kanak. Pengalaman yang didapatkan sampai pada masa remaja sudah mulai banyak, begitupula dengan teman. Remaja banyak menghabiskan waktu di sekolahnya, satu minggu pergi ke sekolah sekitar lima sampai enam hari, satu hari bisa menghabiskan waktu tujuh sampai sembilan jam di sekolah. Bayangkan betapa sibuknya para remaja bergulat di kegiatan sekolah, tentu saat-saat seperti itu banyak dihabiskan dengan teman sebaya.

Tak heran jika di sana-sini terbentuk kelompok-kelompok atau biasa disebut dengan istilah “gang” di masa sekolah. Interaksi seorang remaja banyak diekspresikan kepada teman. Remaja menganggap bahwa teman merupakan orang yang penting di dunianya. Sehingga banyak dari mereka untuk memutuskan kemana-mana selalu bersama.

Akan tetapi, usia remaja juga merupakan usia dimana mereka selalu berpikir kritis dan masih perlu dibimbing. Hati dan pikiran para remaja masih mudah dibelokkan, maka dari itu terkadang mereka membuat kesalahpahaman terhadap teman sendiri. Apabila seorang remaja tidak dibekali dengan wawasan hubungan sosial dan kasih sayang dalam keluarga, maka bisa jadi remaja mengalami kesulitan untuk menghadapi karakter dari teman-temannya yang mungkin dapat membuatnya menjadi sebuah konflik.

Konflik antar teman biasa terjadi pada usia remaja dikarenakan banyak hal, tidak hanya karena masalah besar, tetapi masalah kecil pun bisa menjadi sumber konflik bagi para remaja. Ketahuilah bahwa konflik sebenarnya dapat dihindari, karena sebenarnya konflik akan menyakiti hati.

Tips menghindari adanya konflik-konflik antar teman di usia remaja yaitu :

  1. Berpikir positif pada teman

Berpikir positif kepada teman merupakan hal yang harus kita lakukan guna menjaga keharmonisasian hubungan antar teman. Walaupun mengaplikasikannya susah, tetapi cobalah secara pelan-pelan. Jangan hanya mengingat kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh teman, tetapi ingatlah kebaikan-kebaikan yang selama ini diberikan oleh teman.

Konflik bisa saja terjadi karena perbedaan pendapat dan bahasa tubuh yang membuat para remaja menduga-duga hal-hal yang buruk terhadap teman sendiri. Kesalahan yang sering membuat para remaja jatuh pada konflik adalah karena mereka selalu berpikir negatif pada teman sendiri dan tidak mau membuka pikiran yang baik-baik.

Sebetulnya berpikir positif terhadap teman akan membawa pada kebaikan dan menghindari adanya konflik. Seharusnya kita mengetahui bahwa setiap orang memiliki cara berpikir yang berbeda-beda dan suasana hati yang berbeda-beda ketika menghadapi sebuah masalah.

  1. Berkomunikasi dengan baik

Untuk menghindari konflik antar teman, sebaiknya kita tetap menjaga komunikasi yang baik dengan mereka. Gunakan bahasa-bahasa yang tidak menyinggung hati dan pikiran mereka, karena setiap manusia memiliki perasaan yang apabila disakiti dengan kata-kata maka tidak mudah untuk disembuhkan.

Pastikan bahwa teman kita mengetahui dan memahami bahasa yang sering digunakan. Apabila ada perbedaan pendapat dalam suatu hal, coba untuk berdiskusi dengan cara yang baik dengan saling mendengarkan pendapat masing-masing lalu bicarakan jalan keluar dari tiap masalah bersama-sama.

  1. Maaf dan memaafkan

Sebagai orang yang ingin menghindari konflik antar teman, kita harus memiliki jiwa pemaaf. Karena sesungguhnya tindakan ini dapat meluluhkan hati teman yang akan berbuat tidak baik kembali pada kita. Selain itu juga, kita harus bisa introspeksi diri atas kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat yang mungkin menyakiti hati teman. Jangan ragu untu meminta maaf walaupun kita tidak tahu dimana letak kesalahan kita.

  1. Saling membantu

Kegiatan ini tentu harus kita lakukan, apalagi jika teman kita sedang membutuhkan bantuan. Saling bantu-membantu dengan teman sendiri ibarat menuai benih, suatu saat nanti kita juga akan merasakan bagaimana rasanya dibantu oleh orang lain.

Konflik dapat dihindari dengan kita membantu apa yang sebenarnya dihadapi oleh teman kita, siapa tahu kalau teman kita sedang kesulitan dalam masalah finansial, kita bisa saja membantu dengan meminjami uang. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here