Tips Mengurangi Nyeri Epigastrium Fisiologis Pada Masa Kehamilan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Regio epigastrium, atau yang sering disebut awam sebagai ulu hati, adalah salah satu regio perut yang terletak segaris dan berada di atas pusar. Nyeri epigastrium merupakan keluhan nyeri yang cukup sering terjadi dan cenderung dianggap remeh. Nyeri epigastrium juga dapat terjadi pada wanita hamil, dan memiliki berbagai penyebab.

Nyeri epigastrium bisa dikarenakan berbagai faktor. Penegakan diagnosis menjadi hal yang vital dalam hal ini karena diagnosis yang benar akan mengarahkan pada tindakan penanganan yang tepat. Konsultasi dengan dokter kandungan merupakan pilihan yang bijak apabila Anda atau mungkin keluarga/sahabat mengalami nyeri epigastrium.

Kondisi ini dapat bersifat fisiologis (kondisi normal) maupun patologis (dikarenakan suatu penyakit/kelainan). Dalam artikel ini, penulis hanya akan membahas nyeri epigastrium fisiologis.

Nyeri epigastrium fisiologis terjadi sebagai akibat perubahan fisik dan hormonal yang terjadi pada masa kehamilan. Pertumbuhan janin menyebabkan pembesaran rahim sehingga menimbulkan tekanan terhadap organ-organ di sekitar rahim dan menggeser posisinya. Selain itu, terjadi peningkatan produksi hormon progesteron oleh corpus luteum pada minggu ke-10 hingga ke-12 pertama kehamilan. Setelah itu, produksi progesteron dilanjutkan oleh plasenta. Peningkatan hormon progesteron menyebabkan kerja saluran pencernaan melambat, sehingga menyebabkan konstipasi dan rasa terbakar di regio epigastrium. Berikut ini adalah beberapa tips mengurangi nyeri epigastrium fisiologis:

  • Mengatur jenis makanan yang dikonsumsi

Beberapa jenis makanan dapat meningkatkan produksi asam lambung. Konsumsi jenis-jenis makanan ini sebaiknya dikurangi pada masa kehamilan: makanan berbumbu tajam, makanan pedas, makanan asam, makanan berlemak tinggi, minuman bersoda, kopi dan teh. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya serat karena membantu proses fermentasi karbohidrat menjadi asam lemak rantai pendek yang menyebabkan perubahan mikrobioma. Selain itu, metabolisme serat dalam tubuh mempengaruhi perubahan biomassa mikrobial dan retensi air, sehingga mempercepat pembentukan faeces.

  • Memilih pakaian yang nyaman dan tidak ketat

Pakaian yang ketat dapat mengganggu sirkulasi oksigen dalam darah, sehingga dapat menimbulkan rasa baal dan kesemutan atau bahkan nyeri. Kenakan pakaian yang longgar, dan pilihlah bahan pakaian yang menyerap keringat.

  • Olah raga teratur

Olah raga teratur meningkatkan hormon endorfin yang meningkatkan mood dan energi Anda. Selain itu, olah raga memperlancar metabolisme dan kerja saluran pencernaan dalam tubuh. Konsuktasikan dengan dokter kandungan mengenai olah raga yang tepat selama masa kehamilan, karena tidak semua jenis olah raga diperbolehkan pada wanita hamil. Untuk mencegah dehidrasi, perbanyak konsumsi air putih dan jus buah.

  • Luangkan waktu untuk relaksasi

Berbaring santai di sofa atau tempat tidur dapat membantu menimbulkan rasa nyaman dan mengurangi rasa nyeri epigastrium. Gunakan bantal sebagai pengganjal di punggung. Anda juga dapat menggunakan botol kaca atau kantong karet yang diiisi air hangat untuk kompres di regio yang terasa nyeri karena kompres hangat membantu vasodilatasi vaskular sehingga memperlancar sirkulasi darah dan membantu oksigenasi jaringan.

  • Hindari stres

Kehamilan merupakan kabar bahagia, tetapi juga menimbulkan rasa lelah dan stres. Kondisi stres meningkatkan produksi hormon kortisol oleh kelenjar adrenal sehingga meningkatkan sekresi asam lambung yang dapat memicu nyeri epigastrium. Temukan hal-hal yang bisa mencerahkan perasaan Anda karena berpikir dan melakukan aktivitas yang menghindari stres dapat mengurangi peluang nyeri epigastrium. (MHW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here