Tips Meningkatkan Lubrikasi pada saat Bercinta

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Wanita sering merasakan sakit pada saat bercinta salah satunya adalah karena kurangnya cairan lubrikasi pada vagina. Vagina adalah organ intim yang sangat penting dalam berhubungan seksual, vagina yang kering bisa menyebabkan momen bercinta tersebut menjadi menyakitkan, keringnya vagina bisa disebabkan karena kurangnya cairan pelumas (lubrikasi).

Banyak hal yang menyebabkan vagina kering. Namun, vagina kering paling sering diasosiasikan dengan menopause dan terapi hormon. Zaman sekarang wanita muda pun banyak yang mengalami hal ini, dengan penyebab terbanyak karena alat kontrasepsi oral yang dikonsumsi. Hal ini bisa terjadi karena alat kontrasepsi seperti pil meregulasi estrogen selama sebulan penuh. Tanpa ada alur hormon alami yang naik-turun (ditandai dengan keluarnya cairan lubrikasi), respons tubuh terhadap keinginan seksual bisa berubah.

Selain penyebab diatas ada juga penyebab lain yang menyebabkan kurangnya bcairan lubrikasi pada saat bercinta seperti orang yang melakukan kemoterapi, stres, semprotan pembasuh kelamin di toilet, menyusui, obat-obatan seperti antihistamin, antidepresan, dan yang sejenisnya bisa memicu vagina kering. Hal ini juga bisa menjadi gejala awal kondisi medis atau masalah emosional seseorang. Jadi, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter jika hal ini mulai mengganggu dan mengkhawatirkan, apalagi jika kekeringan pada vagina tersebut disertai rasa terbakar, gatal, sakit, atau kekeringan tetap ada meski sudah diberi pelumas buatan.

Berikut ada beberapa cara alami yang dapat dilakukan untuk meningkatkan lubrikasi, seperti:

  • Konsumsi air putih. Selain menghindari dehidrasi tubuh, minum banyak air mineral dapat mencegah kekeringan vagina. Anda cukup mengonsumsi 8 – 10 gelas air mineral setiap hari untuk meningkatkan lubrikasi saat sesi bercinta.
  • Jangan merokok. Merokok akan menyerang hormon estrogen wanita, karena hormon tersebut bertanggung jawab untuk menjaga vagina tetap sehat dan berpelumas.
  • vitamin E. Vitamin E bisa diaplikasikan secara topikal sebagai lubrikan. Namun, ada beberapa orang yang sensitif terhadap vitamin E, jadi pastikan untuk mencobanya terlebih dulu di area lain.
  • Pilih makanan yang tinggi phytoestrogen. Makanan ini misalnya seperti kedelai, apel, kacang-kacangan, flaxseed (semacam tumbuhan rami), seledri, alfalfa, dan gandum whole grain.
  • Hindari bahan kimia. Hindari atau kurangi penggunaan bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit atau tubuh. Perhatikan label-label yang tertera pada sabun, lotion, deterjen, kertas toilet, pembalut, tampon, dan lainnya. Wewangian tambahan dan bahan kimia yang sering ditemukan dalam produk-produk tadi bisa mengiritasi jaringan kulit yang sensitif, seperti vagina.
  • Foreplay. Kekeringan vagina bisa disebabkan durasi foreplay yang pendek. Tak ada salahnya mengajak pasangan untuk memperpanjang sesi foreplay sebelum bercinta. Sehingga Miss V memproduksi cairan lubrikasi yang cukup untuk melakukan penetrasi.
  • Oralsex. Salah satu cara untuk meningkatkan cairan vagina adalah dengan ludah yang tentunya lebih aman. Cobalah minta suami Anda untuk menstimulasi dengan oral.
  • Lakukan posisi 69 atau fellatio. Ini adalah kondisi saling menstimulasi oral. Dengan begini, vagina tak hanya basah karena ludah, tetapi juga akan membuat Anda semakin terangsang dan mengeluarkan cairan pelicin secara alami.
  • Jangan tinggalkan seks. Aktivitas seksual yang rutin akan menambah aliran darah ke area genital Anda, yang tentunya juga akan meningkatkan jumlah cairan lubrikasi Anda.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY