Tips Menjaga Kesehatan Gigi saat Puasa pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Berpuasa di bulan Ramadhan tentunya sangat baik bagi kesehatan fisik, mental, emosional, dan spiritual remaja. Namun, seringkali remaja menjadi tidak percaya diri karena masalah bau mulut saat bulan puasa. Ketika berpuasa, rongga mulut menjadi lebih kering karena tidak ada makanan yang dikunyah selama kurang lebih 14 jam lamanya. Hal ini menyebabkan produksi air liur berkurang. Akibatnya, bakteri anaerob penghasil zat sulfur menjadi semakin cepat berkembang biak.

Selain itu, orang yang berpuasa juga rentan mengalami sariawan. Ini dikarenakan melonjaknya populasi bakteri di dalam mulut. Semakin lama, hal ini dapat menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit gusi bila kebersihan mulut saat puasa tidak terjaga dengan baik. Untuk itu, kebersihan gigi dan mulut saat puasa perlu diperhatikan agar kesehatannya terjaga dan tidak ada hambatan yang mengganggu kelancaran puasa.

Berikut adalah beberapa tips bagaimana menjaga kesehatan gigi selama berpuasa:

  • Pembersihan gigi secara maksimal. Menyikat gigi setelah makan sahur dan sebelum tidur malam sangatlah penting agar sisa-sisa makanan yang menempel di gigi dapat dibersihkan sehingga tidak mengendap di gigi dan menjadi plak atau menyebabkan gigi karies. Selagi menyikat gigi, permukaan lidah juga harus dibersihkan karena kuman-kuman penyebab mulut juga bersarang di sana. Bersihkan juga sela-sela gigi yang sulit dijangkau sikat gigi dengan dental floss (benang gigi) setidaknya sekali sehari.
  • Perbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka puasa. Dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, air berperan sebagai pelembab, pembersih dan penetral. Air putih mengandung  fluoride yang dapat menjaga kelembaban gusi dan membuat enamel gigi menjadi lebih kuat. Jika kurang minum air putih, kondisi mulut cenderung kering sehingga gusi dan jaringan mukosa menjadi rentan mengalami iritasi serta pembersihan sisa-sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi juga tidak maksimal. Karena mulut yang asam dapat menyebabkan gigi berlubang, air putih sangat berperan dalam menetralkan kondisi asam pada mulut setelah mengonsumsi makanan.
  • Berkumur saat berwudhu. Berkumur setiap kali berwudhu dapat membantu mengurangi kekeringan di mulut pada orang yang sedang berpuasa.
  • Pakai obat kumur dengan bijak. Penggunaan obat kumur setelah menyikat gigi juga dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut orang berpuasa. Berkumur dengan obat kumur antiseptik sebenarnya tidak dianjurkan untuk dilakukan setiap hari, karena dapat membunuh bakteri-bakteri baik yang hidup di dalam mulut. Oleh karenanya, gunakan dengan bijak. Selain itu, sebaiknya hindari obat kumur yang mengandung alkohol karena efeknya cenderung membuat kondisi mulut menjadi kering.
  • Konsumsi makanan berserat. Tidak hanya baik untuk pencernaan, konsumsi makanan berserat seperti buah dan sayuran juga baik untuk kesehatan gigi karena memiliki efek self cleansing alami. Efek ini terjadi ketika makanan berserat dikunyah dalam rongga mulut, di mana makanan berserat menggosok permukaan gigi yang dipenuhi plak. Selain itu, tekstur makanan berserat yang renyah menuntut gigi mengunyah lebih kuat. Proses ini sangat baik untuk menstimulasi gigi menjadi lebih kuat.
  • Hindari kafein dan soda saat sahur dan buka puasa. Orang yang berpuasa sebaiknya menghindari minuman berkafein dan berkarbonasi yang cenderung membuat gigi kuning. Kafein dan soda bersifat asam. Makanan dan minuman efek abrasif pada permukaan enamel luar gigi sehingga enamel gigi semakin lama semakin tipis.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY