Tips Menyimpan ASI yang Baik dan Benar

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Air Susu Ibu (ASI) merupakan satu-satunya makanan yang dibutuhkan oleh bayi usia 0 hingga enam bulan, dari usia enam bulan bayi masih membutuhkan ASI hingga usia dua tahun. Namun, sejak usia enam bulan, asupan yang dibutuhkan bayi tdak hanya ASI. Bayi di usia ini juga membutuhkan makanan pendamping ASI, seperti beragam jenis buah, sayur, dan sereal yang dibuat khusus untuk balita.

Manfaat yang dikandung oleh ASI sudah tidak diragukan lagi bukan? Tidak hanya membantu tumbuh kembang anak, asupan ASI eksklusif hingga usia dua tahun juga membantu menjaga metabolisme tubuh dan mempererat hubungan antara anak dan ibu. Sayangnya, banyak hal yang dapat menghambat pemberikan ASI eksklusif, seperti ibu yang tetap bekerja setelah melahirkan, melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan kendaraan umum, hingga produksi ASI yang sedikit.

Biasanya, seorang ibu akan menyimpan ASI dalam botol. Baik botol kaca atau botol plastik. Nah, dalam penyimpanan ASI, dibutuhkan beberapa hal yang harus dilakukan untuk menyimpan ASI, agar ASI yang disimpan tetap awet dan tidak terkontaminasi bakteri.

Berikut penulis akan memaparkan tips menyimpan ASI dengan baik dan benar. Mau tahu? Yuk simak beberapa tips berikut ini:

  • Menjaga kebersihan kemasan ASI. Jika Anda ingin menempatkan ASI dalam sebuah botol, pastikan botol tersebut sdlam keadaan steril. Anda bisa merebus botol yang akan digunakan dalam air mendidih. Proses perebusan botol dapat dilakukan selama lima sampai sepuluh menit. Namun, untuk botol yang terbuat dari kaca, Anda harus lebih berhati-hati, karena ada resiko botol tersebut akan pecah jika suhu terlalu panas.
  • Menjaga kebersihan tangan. Selain menjaga kebersihan botol penyimpanan ASI, kebersihan tangan juga harus diperhatikan, baik saat memerah ASI atau saat proses penyimpanan ASI ke dalam botol. Cuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum memerah dan menyimpan ASI.
  • Pemberian label tanggal pada kemasan. Setiap melakukan penyimpanan ASI dalam kulkas, beri label tanggal. Saat digunakan, gunakan ASI yang yang telah disimpan lebih lama.
  • Pemberian ruang dalam kemasan. Saat menempatkan ASI dalam sebuah wadah/botol, jangan menempatkan ASI penuh dalam wadah. Sisakan ruang setidaknya 4 cm dari tutup kemasan.
  • Waktu penyimpanan ASI
  1. Dalam suhu ruangan, ASI hanya mampu bertahan selama 10 jam.
  2. Dalam kulkas, ASI mampu bertahan selama lima hingga tujuh hari. Namun, jika telah dikeluarkan dari dalam kulkas ke suhu ruangan, maka ASI harus digunakan sesegera mungkin. ASI yang telah dikeluarkan dari daam kulkas hanya akan bertahan selama 30 menit sejak dikeluarkan dari kulkas.
  3. Dalam Freezer, ASI akan bertahan selama enam bulan. ASI yang telah dicairkan hanya akan bertahan 24 jam setelah dicairkan.

Untuk proses pencairan, wadah ASI beku dapat dietakan dalam mangkuk berisi air panas. Perlu Anda perhatikan, bahwa ASI yang dicairkan tidak boleh diletakkan dalam microwave. Proses pencairan dalam microwave akan merusak kandungan ASI. (IKS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here