Tips Merawat Luka Setelah Sunat atau Khitan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Dalam agama islam, sunat merupakan suatu hal yang harus dilakukan pada pria. Akan tetapi faktanya sunat tidak hanya dilakukan oleh pria yang beragama islam namun banyak juga dilakukan oleh pria yang beragama non islam dengan alasan kesehatan. Sunat dapat dilakukan oleh anak-anak maupun dewasa, namun pada agama islam pada umumnya dilakukan pada usia anak-anak.

Proses sunat memang tidak terlalu rumit, akan tetapi permasalahannya ketika proses sunat telah selesai tentunya perawatan pada luka sunat menjadi tanggungjawab orangtua atau keluarganya. Menurut seorang dokter spesialis bedah menjelaskan bahwa perawatan bekas luka sunat hal yang paling penting adalah menjaga kebersihan.

Hal tersebut dikarenakan untuk mencegah terjadinya infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau kuman yang menempel pada luka bekas sunat. Berikut ini beberapa perawatan dan penanganan pada luka bekas sunat antara lain :

  1. Meredakan nyeri

Setelah obat anastesi saat proses sunat habis, tentu luka bekas sunat akam terasa sakit yang menyebabkan ketidaknyamanan pada area penis. Untuk menangani hal tersebut dokter akan memberikan obat pereda nyeri, contohnya paracetamol atau ibuprofen.

Selain itu obat alami untuk meredakan rasa sakit setelah sunat anda dapat memberikan kunyit, jika tidak bisa dikonsumsi secara langsung karena rasanya yang sepet dan pait maka anda anda mencampurkan kunyit ke dalam makanan atau sup.

  1. Membersihkan area penis

Meskipun luka masih basah dan belum kering. Area penis harus tetap anda bersihkan untuk mencegah terjadinya infeksi. Lakukan secara hati-hati dan jangan menarik perban secara paksa, hal ini karena berbahaya dan dapat menimbulkan luka baru.

Cara membersihkan penis yaitu membersihkan secara perlahan-lahan menggunakan air hangat atau menyuruh anak berendam di air hangat dengan suhu suam-suam kuku. Apabila ingin menggunakan sabun sebaiknya gunakan sabun anti bakteri atau sabun yang tidak memiliki kandungan kimia yang terlalu keras.

  1. Gunakan baju dan celana longgar

Hindari penggunaan pakaian yang ketat setelah dilakukannya sunat, hal ini dikarenakan pakaian ketat dapat menghambat sirkulasi darah dan menimbulkan rasa sakit pada bekas luka. Sebaiknya gunakan pakaian yang longgar agar sirkulasi tetap lancar dan menghindari penekanan yang menyebabkan rasa sakit.

  1. Mengoleskan salep

Perawatan setelah sunat biasanya dokter akan menyarankan untuk menggunakan petroleum jelly di ujung dan batas penis secukupnya. Penggunakan jelly tersebut untuk mencegah bekas luka akibat sunat menempel pada pakaian.

  1. Konsumsi protein

Menurut dokter Antonius menjelaskan bahwa agar bekas luka sunat cepat kering dan sembuh maka perbanyak konsumsi makanan yang mengandung protein dan tidak ada larangan makanan apapun. Terkecuali jika anak memiliki alergi terhadap suatu makanan maka sebaiknya hindari makanan tersebut.

  1. Dampingi anak saat BAB dan BAK

Dampingi dan bantulah anak pada saat setelah sunat. Hal tersebut merupakan suatu yang cukup mengerikan bagi anak setelah sunat. Yakini anak bahwa dirinya bisa melakukannya.

  1. Bersihkan tubuh dengan cara di lap

Apabila luka bekas anak masih basah, sebaiknya untuk membersihkan tubuh anak di waslap saja, terutama apabila bekas luka sunat masih di balut dengan perban. (KMY)


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here