Tips Orang Tua untuk Mengatasi Cyber Bullying pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sebagai orang tua, tentu ingin agar anaknya selalu mendapatkan yang terbaik. Mereka tidak akan rela apabila anaknya menjadi korban atas suatu hal yang tidak menyenangkan, sebagai salah satu contohnya adalah cyberbullying. Apa itu cyberbullying? Apa dampaknya bagi psikologis si anak dan bagaimana cara mengatasinya? Simak informasi di bawah ini.

Cyberbullying adalah suatu tindakan yang tidak menyenangkan yang bisa berupa olok- olok, ejekan dan lain sebagainya melalui media internet. Korban cyberbullying ini adalah anak dan remaja dengan usia di bawah 18 tahun. Apabila usia sudah di atas 18 tahun, maka bukan disebut cyberbullying lagi melainkan cybercrime.

Pelaku cyberbullying ini melakukan tindakan pembully-an dengan cara mengupload foto yang mempunyai tujuan untuk memperolok atau mempermalukan korban, bisa juga menggunakan akun media social milik orang lain untuk memberikan ancaman kepada korban.

Terkadang, pelaku pembully- an mengganggap semua hal yang mereka lakukan itu atas dasar bercanda. Namun,ternyata ada beberapa dampak negatif yang dialami oleh korban terutama secara mental dan psikologis. Anak bisa merasa kurang percaya diri, tidak mau sekolah, keinginan belajar menurun bahkan mengalami depresi parah yang bisa berakibat bunuh diri.

Karena itu sebagai orang tua, setelah mengetahui dampak negatif tersebut, harus berusaha untuk mengatasi cyberbullying. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menghindari cyberbullying pada anak Anda.

  1. Diskusikan dengan anak mengenai penggunakan internet dan media sosial

Sebagai langkah pertama dalam berdiskusi, tentunya Anda harus mempunyai pengetahuan mengenai penggunaan media sosial. Ada baiknya apabila Anda memiliki akun dan berteman dengan anak Anda dalam medsos. Setelah itu Anda berdisuksi mengenai apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh.

Dengan menjaga komunikasi dengan anak, maka si anak akan menjadi lebih terbuka         kepada Anda. Hal ini menghindari anak menjadi pelaku dan korban dari cyberbullying.

  1. Anda harus lebih peka mengenali apabila anak menjadi korban dari cyberbullying

Apabila hubungan anak dan Anda sebagai orang tua telah terjalin dengan baik, Anda akan mengetahui apa yang dia alami, bagaimana perasaannya saat ini. Jika anak terlihat sedih, kesal atau murung setelah membuka akun medsos, tanyakan padanya. Namun jangan memaksa, biarkan dia bercerita dengan nyaman.

  1. Apabila anak menjadi korban, ajari dia untuk selalu menyimpan bukti bullying tersebut.

Mungkin suatu saat Anda membutuhkan bukti tersebut apabila memang tindakan cyberbullying sudah keterlaluan dan harus ada penanganan sendiri.

  1. Beritahukan pada anak saatnya mereka mengacuhkan, memblokir dan melapor apabila mengalami cyberbullying.

Dengan begitu, anak akan mengerti apa yang harus dia lakukan dan tidak tenggelam dalam depresi. Ajarkan untuk jangan takut namun harus tegas.

  1. Selalu update pengetahuan Anda mengenai cyberbullying dengan mengikuti seminar- seminar sehingga Anda dapat mengerti apa yang harus dilakukan ketika anak mengalami cyberbullying.

Apabila cyberbullying terus terjadi, tidak ada salahnya untuk mengkomunikasikan hal tersebut pada orang tua pelaku sehingga dapat dicari solusinya bersama. Diskusilah dengan baik sehingga tidak ada pihak yang merasa tersinggung. (AYK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here