Tips Puasa Bagi Penderita Asthma

Man about to use asthma inhaler

SehatFresh.com – Bulan Ramadhan merupakan bulan disaat seluruh umat muslim diwajibkan menjalankan ibadah puasa. Niat berpuasa terkadang menjadi dilema bagi penderita penyakit, salah satunya adalah penderita asma. Penderita asma dihantui ketakutan akan kambuhnya penyakit asma saat sedang puasa. Penderita asma biasanya khawatir apakah dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan seringkali bingung mengenai penggunaan obat semprot pelega napas (inhaler) yang biasa mereka gunakan.

Asma merupakan penyakit peradangan kronis pada saluran napas dan ditandai dengan gejala umum meliputi mengi, batuk, dada terasa berat, dan sesak napas. Ada berbagai faktor yang menyebabkan munculnya serangan asma asma yang meliputi debu, bulu binatang, jamur dan bahkan makanan. Selain itu, faktor psikologis seperti stress juga dapat memperburuk kondisi asma. Stres dapat mengubah sistem imunitas dan selanjutnya meningkatkan reaksi peradangan saluran napas sebagai respons terhadap alergen dan iritan.

Asma sendiri dikategirkan ke dalam empat stadium dan derajat asma, yaitu asma intermiten (yang paling ringan), asma persisten ringan, asma persisten sedang, dan asma persisten berat. Mengenai obat asma, ada obat yang bersifat pelega dan ada pula yang bersifat pengontrol. Pelega akan membuat saluran napas yang menyempit membuka kembali, sementara pengontrol akan membuat saluran napas tidak mudah menyempit bila ada faktor penyebab kambuhnya asma.

Pada bulan suci ramadhan ini, setiap muslim tentunya ingin melaksanakan ibadah puasa sebaik mungkin, demikian juga bagi para penderita asma. Namun ada beberapa hal yang perlu di perhatikan agar Anda dapat lancar berpuasa. Bagi penderita asma, hal pertama yang perlu And lakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan medis sebelum berpuasa. Idealnya 1 bulan hingga 1 minggu sebelum berpuasa. Dari konsultasi tersebut, dokter akan memeriksa kesehatan fisik dan penyakit asma Anda serta memberikan obat yang sekiranya dapat membantu Anda dalam menjalankan ibadah puasa. Jika kondisi Anda tidak memungkinkan untuk puasa menurut dokter, lebih baik Anda tidak berpuasa dan menggantinya di waktu yang lain.

Salah satu penyebab kambuhnya asma saat puasa adalah dehidrasi. Dehidrasi dapat membuat saluran pernapasan menjadi kering sehingga dapat memicu terjadinya asma. Maka dari itu, Anda perlu memenuhi kebutuhan cairan yang cukup pada saat sahur dan berbuka. Anda juga sebaiknya hindari aktifitas di bawah terik sinar matahari atau di ruangan AC yang terlalu dingin dan kering. Hal ini dapat memicu terjadinya dehidrasi.

Untuk mengatasi asma saat puasa, gunakan inhaler saat berbuka dan sahur agar penyakit asma Anda tetap terkontrol. Bawalah selalu inhaler Anda untuk mengantisipasi serangan asma saat berbuasa. Jika asma Anda memburuk selama berpuasa, segeralah menghubungi dokter untuk mendapatkan solusi terbaik. Mengenai penggunaan inhaler membatalkan puasa atau tidak, sebaiknya hal tersebut dikonsultasikan dengan ustadz Anda.

Sumber gambar : www.huffingtonpost.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here