Tips Puasa Sehat dan Aman Bagi Lansia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pola makan orang yang berpuasa akan berbeda dari pola makan sehari-hari. Pada umumnya, orang yang berpuasa akan mengalami restriksi atau pengurangan kalori sebesar 12–15%. Pengurangan kalori tersebut tentu berpengaruh terhadap kebugaran orang yang berpuasa. Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang yang berpuasa, terutama para lansia?

Bagi lansia, puasa menjadi tantangan tersendiri. Seiring bertambahnya usia, kebutuhan kalori orang lanjut usia mungkin akan menurun, sementara kebutuhan nutrisinya tetap sama atau bisa jadi meningkat.

Di samping itu, dokter penyakit dalam menjelaskan, cairan tubuh pada lanjut usia akan berkurang, yang semula 60% menjadi 45–50%. Jadi, sangat berisiko mengalami dehidrasi dan mudah timbul rasa lelah. Ada banyak hal yang harus diperhatikan oleh kaum lansia agar mereka bisa menjalankan ibadah dengan aman dan tidak mengganggu kesehatan. Berikut tips dari Konsultan Geriatri dokter Purwita Wijaya Laksmi, SpPD, KGer.

  • Konsumsi air putih sekitar 8–10 gelas. Mineral dan air juga bisa didapatkan dari aneka minuman, seperti jus, teh, sup, atau bahkan buah dan sayuran yang mengandung air.
  • Tidak dianjurkan mengonsumsi teh saat sahur.
  • Pilihlah jenis makanan berserat saat sahur dan hindari gorengan maupun makanan berlemak.
  • Saat berbuka dianjurkan mengonsumsi kurma.
  • Aktivitas fisik secara wajar dan cukup beristirahat.
  • Obat-obatan yang harus dikonsumsi tetap diminum.
  • Pengecekan kadar glukosa darah dan tekanan darah secara berkala.
  • Tetap berolah raga secara teratur.

Selain itu, bila diperlukan, orang yang lanjut usia juga bias mengonsumsi suplemen tambahan. Saat orangtua berpuasa, mungkin sedikit lebih sulit untuk mendapatkan nutrisi, mengingat pola dan jam makannya berubah. Baiknya, tanyakan kepada dokter atau ahli gizi perihal harus atau tidaknya mengonsumsi suplemen vitamin atau mineral, seperti kalsium, vitamin D, magnesium atau vitamin B-12.

Vitamin-vitamin spesifik ini seringkali kurang terserap atau tidak cukup didapatkan oleh yang sudah lanjut usia. Namun sayangnya, beberapa suplemen dapat mengganggu jika seseorang sedang menjalani pengobatan tertentu. Tanyakan kepada dokter atau apoteker tentang potensi efek samping dan dosis sebelum meminum suplemen.

Selain memenuhi kebutuhan fisik, baiknya kebutuhan dan kebahagian mental saat orangtua puasa juga dipenuhi. Cobalah untuk melakukan interaksi sosial dengan sahur atau buka bersama bersama kerabat, ngabuburit bersama teman-teman lanjut usia dan masih banyak kegiatan lain yang bersifat sosialisasi. Dengan adanya interaksi sosial, orang tua bisa mengubah makna puasa menjadi suatu hal yang menyenangkan dan bukan menjadi beban atau sekadar menahan rasa lapar yang wajib dilaksanakan.

Kesimpulannya, jika kondisi fisik tidak memungkinkan, para lansia dianjurkan untuk tidak memaksakan diri untuk terus berpuasa. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here