Tips Tidur Berkualitas Bagi Ibu Hamil saat Puasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pola tidur saat bulan puasa berubah karena harus bangun dini hari untuk makan sahur. Bila tidak disiasati dengan tepat, kecukupan istirahat yang dibutuhkan tubuh setiap harinya akan berkurang. Selain makanan bernutrisi, kecukupan tidur adalah bekal untuk puasa berkualitas. Terlebih pada ibu hamil yang berpuasa, kecukupan tidur sangatlah penting mengingat efek kurang tidur bisa begitu serius bagi kehamilannya.

Perubuhan fisiologis terkait kehamilan pada dasarnya sudah membuat fisik ibu hamil menjadi mudah lelah. Kurang tidur dan kelelahan pada ibu hamil tidak bisa dibiarkan. Ibu hamil perlu menyiasati kecukupan tidurnya saat berpuasa, terutama tidur malam. Ini sangat penting agar ibu dan janin tetap dalam kondisi sehat serta puasa pun berjalan lancar tanpa gangguan yang berarti. Di sisi lain, meskipun tidur di bulan puasa itu ibadah, tapi jangan sampai berlebihan. Terkadang, banyak orang menebusnya waktu tidurnya yang kurang di malam hari dengan tidur lama di siang hari. Padahal, hal seperti itu justru akan membuat tubuh terasa lemas dan tak bertenaga.

Bagi ibu hamil yang menjalankan ibadah puasa, dapatkan tidur berkualitas dengan beberapa tips berikut ini:

  • Atur ulang waktu tidur. Karena harus bangun awal untuk menyiapkan sahur, maka waktu tidur pun diusahakan lebih awal. Setelah salat tarawih, siapkanlah semua keperluan untuk makan sahur agar Anda tidak harus bangun terlalu awal. Setelah itu, segeralah tidur dan hindari aktivitas yang menghambat tidur seperti main gadget. Mematikan atau menjauhkan gadget dari tempat tidur dapat membuat tidur Anda lebih nyenyak dan berkualitas.
  • Tidur setelah sahur. Setelah shalat subuh, Anda dapat kembali melanjutkan tidur. Ini dapat mengurangi rasa kantuk di siang hari, terlebih bila Anda juga harus bekerja. Namun, pastikan Anda telah memberikan jeda waktu (30 menit hingga satu jam) bagi tubuh agar dapat mencerna makanan dengan baik. Disarankan pula untuk menggunakan bantal yang lebih tinggi guna menghindari aliran isi lambung ke kerongkongan.
  • Tidur siang. Tidur siang dapat menyegarkan kembali otak dan pikiran. Oleh karenanya, ibu hamil disarankan untuk tidur siang setidaknya selama 30 menit antara pukul dua dan empat sore, untuk mencukupi kebutuhan istirahatnya.
  • Menu sehat untuk buka puasa dan makan sahur. Pilihlah menu sahur yang praktis namun tetap bergizi seimbang. Karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat dan cairan yang cukup adalah komponen penting untuk menunjang puasa berkualitas. Tapi, secara khusus, mengonsumsi makanan kaya zat besi dan folat seperti biji-bijian dan sayuran berdaun hijau, sangat baik untuk menunjang pertumbuhan janin serta dapat mengurangi keparahan sindrom kaki gelisah yang seringkali menjadi penurun kualitas tidur pada ibu hamil. Saat sahur dan berbuka puasa, ibu hamil sebaiknya menghindari makanan pemicu heartburn seperti makanan pedas, gorengan dan makanan asam seperti tomat dan jeruk. Kopi dan teh juga sebaiknya dihindari karena mengandung kafein yang dapat menghambat penyerapan zat besi dan asam folat.
  • Olahraga ringan. Meski sedang berpuasa, jangan lupakan olahraga. Tapi, tentunya intensitas olahraga juga disesuaikan dengan kondisi tubuh ibu hamil. Anda juga bisa belajar teknik relaksasi untuk membuat pikiran lebih rileks dan mempromosikan kehamilan yang sehat. Melakukan aktivitas fisik ringan dan relaksasi dapat membuat tidur ibu hamil lebih nyenyak dan berkualitas.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY